Peta di paspor China picu protes negara tetangga
Kamis, 22 November 2012 - 21:49 WIB
Peta di paspor China picu protes negara tetangga
A
A
A
Sindonews.com – Gambar peta yang tercantum dalam paspor baru China telah memicu protes beberapa negara tetangga. Peta ini mencangkup hampir semua wilayah di Laut China Selatan. Filipina dan Vietnam mengajukan protes atas hal ini.
"Filipina memprotes tanda garis pada peta yang tertera di paspor China. Garis itu mencakup area yang jelas-jelas bagian dari wilayah dan domain maritim Filipina," kata Albert del Rosario, Juru Bicara Urusan Luar Negeri China.
Selain Filipina, garis itu juga mencakup wilayah perairan Brunei, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia.Desain paspor baru ini diperkenalkan pada April lalu dan telah dicetak hampir enam juta eksemplar.
Sejumlah pihak baru menyadari hal ini, setelah seorang pejabat Vietnam yang tengah memperpanjang visa seorang pengusaha China, menemukan “keanehan” dalam peta tersebut.
Peta di paspor baru ini juga menyinggung wilayah kepulauan Diaoyu/Senkakku yang telah menjadi sumber ketegangan antara China dan Jepang. Namun, skala pulau-pulau itu sangat kecil untuk bisa dilihat. Hingga kini, belum ada laporan protes dari Jepang atas garis peta ini.
Pemerintah China sendiri mengaku tak bermaksud mengklaim wilayah itu. "Peta di paspor China tidak ditujukan kepada negara tertentu," kata Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan kepada FT.com, Rabu (21/11/2012). "China bersedia untuk secara aktif berkomunikasi dengan negara-negara yang relevan," lanjut pernyataan itu.
"Filipina memprotes tanda garis pada peta yang tertera di paspor China. Garis itu mencakup area yang jelas-jelas bagian dari wilayah dan domain maritim Filipina," kata Albert del Rosario, Juru Bicara Urusan Luar Negeri China.
Selain Filipina, garis itu juga mencakup wilayah perairan Brunei, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia.Desain paspor baru ini diperkenalkan pada April lalu dan telah dicetak hampir enam juta eksemplar.
Sejumlah pihak baru menyadari hal ini, setelah seorang pejabat Vietnam yang tengah memperpanjang visa seorang pengusaha China, menemukan “keanehan” dalam peta tersebut.
Peta di paspor baru ini juga menyinggung wilayah kepulauan Diaoyu/Senkakku yang telah menjadi sumber ketegangan antara China dan Jepang. Namun, skala pulau-pulau itu sangat kecil untuk bisa dilihat. Hingga kini, belum ada laporan protes dari Jepang atas garis peta ini.
Pemerintah China sendiri mengaku tak bermaksud mengklaim wilayah itu. "Peta di paspor China tidak ditujukan kepada negara tertentu," kata Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan kepada FT.com, Rabu (21/11/2012). "China bersedia untuk secara aktif berkomunikasi dengan negara-negara yang relevan," lanjut pernyataan itu.
(esn)