Yukio Hatoyama pensiun
Kamis, 22 November 2012 - 12:50 WIB
Yukio Hatoyama pensiun
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Yukio Hatoyama kemarin mengumumkan pengunduran diri dari Partai Demokrat (DPJ) dan memilih pensiun dari politik. Keputusan ini diambil hanya sebulan sebelum pemilu digelar.
Hatoyama, yang ekspresi mata liarnya membuatnya dijuluki sebagai “Alien” oleh media Jepang, telah bertemu PM Yoshihiko Noda untuk menyampaikan keputusan itu. Usai pertemuan itu, Noda memaparkan, Hatoyama mengatakan tidak akan maju dalam pemilu pada 16 Desember mendatang dan pensiun dari politik.
“Tolong bekerja keraslah untuk mencegah kembalinya politik gaya kuno dan bergerak majulah dengan apa yang kita usahakan untuk meraihnya dengan perubahan pemerintah,” ujar Hatoyama kepada Noda saat memberi tahu PM itu bahwa dia mundur, seperti dilansir Kyodo.
Hatoyama mundur setelah menolak menandatangani platform kampanye partai. Laporan awal menyebutkan, alasan utama pengunduran diri mantan PM nyentrik itu karena dia menentang kebijakan Noda berupa kenaikan pajak dan rencana bergabung dengan kesepakatan perdagangan bebas trans-Pasifik. Menjelang usianya yang menginjak 65 tahun, Hatoyama terlihat sudah tidak senang dengan arah DPJ.
“Saya tak punya pilihan lain selain meninggalkan partai ini karena kebijakan partai ini sudah sangat berbeda dari ideologi saya,”ujar Hatoyama, seperti dikutip Asahi Shimbun. Hatoyama adalah PM pertama dari DPJ saat partai itu merebut kekuasaan untuk kali pertama dalam lebih 50 tahun pada tahun 2009 dari Partai Demokratik Liberal (LDP), tapi dia hanya menjabat selama sembilan bulan. Mantan PM itu juga merupakan salah satu dari tokoh terkemuka partai ketika didirikan pada 1998.
Beberapa pengamat memperkirakan, DPJ akan kalah pada pemilu tahun ini dan kekuasaan politik Jepang akan kembali ke tangan LDP. Kritikus menuding Hatoyama membuang- buang modal politik DPJ selama berkuasa.Tiga tahun dan tiga perdana menteri berikutnya, polling opini memperlihatkan para pemilih yang kecewa tampaknya akan memberikan kursi dalam jumlah besar kepada LDP di majelis rendah parlemen.
Sementara, jajak pendapat memperlihatkan tidak akan partai yang meraih suara mayoritas dalam pemilu bulan depan. Selama menjabat, Hatoyama dikenal eksentrik, di mana media Jepang memberinya julukan dengan “Alien” untuk ekspresi matanya.
Sementara, istrinya, Miyuki, pun tak kalah aneh. Dia mengaku pernah mengunjungi planet Venus pada pesawat ruang angkasa segitiga dan pernah bertemu Tom Cruise dalam kehidupan sebelumnya. Saat menjabat pada 2009, ia dipandang oleh masyarakat sebagai orang yang akan membawa perubahan kepada DPJ, seperti pada janjinya saat kampanye.
Namun, reputasi itu menurun ketika ia memutuskan untuk mengubah pendiriannya dalam penghapusan satu pangkalan militer Amerika Serikat (AS) yang kontroversial di Okinawa.
Hatoyama adalah seorang politikus generasi keempat dan yang kedua dalam keluarga untuk menjadi perdana menteri, setelah kakeknya. Dirinya memang datang dari keluarga yang memiliki koneksi politik dan bisnis yang kuat, sementara yang lainnya mendirikan ban manufaktur raksasa, Bridgestone.
Jajak pendapat menunjukkan tidak ada partai yang akan mencapai suara mayoritas dalam pemilu dan diperkirakan koalisi akan goyah dengan hasil kemungkinan
Hatoyama, yang ekspresi mata liarnya membuatnya dijuluki sebagai “Alien” oleh media Jepang, telah bertemu PM Yoshihiko Noda untuk menyampaikan keputusan itu. Usai pertemuan itu, Noda memaparkan, Hatoyama mengatakan tidak akan maju dalam pemilu pada 16 Desember mendatang dan pensiun dari politik.
“Tolong bekerja keraslah untuk mencegah kembalinya politik gaya kuno dan bergerak majulah dengan apa yang kita usahakan untuk meraihnya dengan perubahan pemerintah,” ujar Hatoyama kepada Noda saat memberi tahu PM itu bahwa dia mundur, seperti dilansir Kyodo.
Hatoyama mundur setelah menolak menandatangani platform kampanye partai. Laporan awal menyebutkan, alasan utama pengunduran diri mantan PM nyentrik itu karena dia menentang kebijakan Noda berupa kenaikan pajak dan rencana bergabung dengan kesepakatan perdagangan bebas trans-Pasifik. Menjelang usianya yang menginjak 65 tahun, Hatoyama terlihat sudah tidak senang dengan arah DPJ.
“Saya tak punya pilihan lain selain meninggalkan partai ini karena kebijakan partai ini sudah sangat berbeda dari ideologi saya,”ujar Hatoyama, seperti dikutip Asahi Shimbun. Hatoyama adalah PM pertama dari DPJ saat partai itu merebut kekuasaan untuk kali pertama dalam lebih 50 tahun pada tahun 2009 dari Partai Demokratik Liberal (LDP), tapi dia hanya menjabat selama sembilan bulan. Mantan PM itu juga merupakan salah satu dari tokoh terkemuka partai ketika didirikan pada 1998.
Beberapa pengamat memperkirakan, DPJ akan kalah pada pemilu tahun ini dan kekuasaan politik Jepang akan kembali ke tangan LDP. Kritikus menuding Hatoyama membuang- buang modal politik DPJ selama berkuasa.Tiga tahun dan tiga perdana menteri berikutnya, polling opini memperlihatkan para pemilih yang kecewa tampaknya akan memberikan kursi dalam jumlah besar kepada LDP di majelis rendah parlemen.
Sementara, jajak pendapat memperlihatkan tidak akan partai yang meraih suara mayoritas dalam pemilu bulan depan. Selama menjabat, Hatoyama dikenal eksentrik, di mana media Jepang memberinya julukan dengan “Alien” untuk ekspresi matanya.
Sementara, istrinya, Miyuki, pun tak kalah aneh. Dia mengaku pernah mengunjungi planet Venus pada pesawat ruang angkasa segitiga dan pernah bertemu Tom Cruise dalam kehidupan sebelumnya. Saat menjabat pada 2009, ia dipandang oleh masyarakat sebagai orang yang akan membawa perubahan kepada DPJ, seperti pada janjinya saat kampanye.
Namun, reputasi itu menurun ketika ia memutuskan untuk mengubah pendiriannya dalam penghapusan satu pangkalan militer Amerika Serikat (AS) yang kontroversial di Okinawa.
Hatoyama adalah seorang politikus generasi keempat dan yang kedua dalam keluarga untuk menjadi perdana menteri, setelah kakeknya. Dirinya memang datang dari keluarga yang memiliki koneksi politik dan bisnis yang kuat, sementara yang lainnya mendirikan ban manufaktur raksasa, Bridgestone.
Jajak pendapat menunjukkan tidak ada partai yang akan mencapai suara mayoritas dalam pemilu dan diperkirakan koalisi akan goyah dengan hasil kemungkinan
(esn)