Taliban ancam Pemerintah Afghanistan
Kamis, 22 November 2012 - 08:00 WIB
Taliban ancam Pemerintah Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com – Taliban mengancam akan melakukan pembalasan, jika Pemerintah Afghanistan melakukan eksekusi mati pada salah satu tahanan perang Taliban. “Jika tawanan perang dieksekusi, akan ada dampak berat bagi anggota Parlemen, Pengadilan dan lingkaran terkait lainnya dari pemerintahan Kabul,” ujar pernyataan Taliban, seperti dikutip dari news.com.au, Rabu (21/11/2012).
Pada Selasa (20/11/2012), Pemerintah Afghanistan menjatuhkan hukuman gantung pada 8 terpidana yang melakukan kejatahan. Seorang pejabat Afghanistan mengatakan, akan ada eksekusi mati berikutnya bagi 16 terpidana lain. Eksekusi masih menunggu persetujuan dari Presiden Afghanistan, Hamid Karzai.
Taliban mengaku, mereka telah mendapat laporan kalau beberapa anggota Taliban yang kini berada dalam tahanan, juga dijadwalkan untuk dieksekusi. Saat berkuasa di Afghanistan, Taliban juga kerap melakukan eksekusi pada para pelaku kejahatan. Eksekusi sering dilakukan pada jeda pertandingan sepakbola di Stadion Utama Kabul.
Uni Eropa dan kelompok hak asasi internasional mengutuk eksekusi yang dilakukan Pemerintah Afghanistan terhadap 8 terpidana ini. Mereka meminta Pemerintah Afghanistan untuk membatalkan rencana eksekusi berikutnya.
"Pemerintah Afghanistan harus mengakhiri gelombang eksekusi ini. Kelemahan sistem hukum Afghanistan dan kegagalan pengadilan untuk memenuhi standar internasional, menjadikan hukuman mati ini sangat mengganggu,” sebut pernyataan Human Rights Watch.
Pada Selasa (20/11/2012), Pemerintah Afghanistan menjatuhkan hukuman gantung pada 8 terpidana yang melakukan kejatahan. Seorang pejabat Afghanistan mengatakan, akan ada eksekusi mati berikutnya bagi 16 terpidana lain. Eksekusi masih menunggu persetujuan dari Presiden Afghanistan, Hamid Karzai.
Taliban mengaku, mereka telah mendapat laporan kalau beberapa anggota Taliban yang kini berada dalam tahanan, juga dijadwalkan untuk dieksekusi. Saat berkuasa di Afghanistan, Taliban juga kerap melakukan eksekusi pada para pelaku kejahatan. Eksekusi sering dilakukan pada jeda pertandingan sepakbola di Stadion Utama Kabul.
Uni Eropa dan kelompok hak asasi internasional mengutuk eksekusi yang dilakukan Pemerintah Afghanistan terhadap 8 terpidana ini. Mereka meminta Pemerintah Afghanistan untuk membatalkan rencana eksekusi berikutnya.
"Pemerintah Afghanistan harus mengakhiri gelombang eksekusi ini. Kelemahan sistem hukum Afghanistan dan kegagalan pengadilan untuk memenuhi standar internasional, menjadikan hukuman mati ini sangat mengganggu,” sebut pernyataan Human Rights Watch.
(esn)