Bom rakitan tewaskan 2 polisi di Kaukasus Utara
Rabu, 21 November 2012 - 21:40 WIB
Bom rakitan tewaskan 2 polisi di Kaukasus Utara
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah bom rakitan menewaskan dua polisi dan seorang warga sipil di Volatile, Kaukasus Utara, Rusia, Rabu (21/11/2012). Selain menyebabkan korban jiwa, ledakan bom ini juga melukai lima lainnya.
Ledakan mematikan terjadi ketika polisi memasuki gedung kosong, bekas sebuah bank di kota Shamilkala. “Polisi memasuki gedung ini untuk memeriksa dari dekat dampak ledakan yang terjadi sebelumnya. Pada ledakan bom sebelumnya di lokasi ini, tak ada korban jiwa,” ujar pernyataan Kementerian Dalam Negeri Rusia seperti dikutip dari the star.
Modus seperti ini sudah pernah terjadi sebelumnya. Gerilyawan di Kaukasus, di perbatasan Selatan Rusia, kerap membunuh polisi dengan cara memancing polisi untuk mendatangi sebuah lokasi ledakan. Saat polisi tiba di lokasi, kaum militan akan meledakan bom kedua.
Hingga kini, Kaukasus Utara memang masih bergolak. Kaum militan Muslim di daeran ini ingin mendirikan negara Islam. Hal yang ditentang oleh Pemerintah Rusia.
Aksi kekerasan di wilayah ini telah menimbulkan kecemasan. Pada bulan lalu, Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan kepada pasukan keamanan untuk memastikan tidak ada serangan saat Rusia menjadi tuan rumah hajatan besar. Pada 2014, Rusia akan menjadi tempat penyelenggaraan Olimpiade musim dingin di Sochi, dekat Kaukasus Utara.
Ledakan mematikan terjadi ketika polisi memasuki gedung kosong, bekas sebuah bank di kota Shamilkala. “Polisi memasuki gedung ini untuk memeriksa dari dekat dampak ledakan yang terjadi sebelumnya. Pada ledakan bom sebelumnya di lokasi ini, tak ada korban jiwa,” ujar pernyataan Kementerian Dalam Negeri Rusia seperti dikutip dari the star.
Modus seperti ini sudah pernah terjadi sebelumnya. Gerilyawan di Kaukasus, di perbatasan Selatan Rusia, kerap membunuh polisi dengan cara memancing polisi untuk mendatangi sebuah lokasi ledakan. Saat polisi tiba di lokasi, kaum militan akan meledakan bom kedua.
Hingga kini, Kaukasus Utara memang masih bergolak. Kaum militan Muslim di daeran ini ingin mendirikan negara Islam. Hal yang ditentang oleh Pemerintah Rusia.
Aksi kekerasan di wilayah ini telah menimbulkan kecemasan. Pada bulan lalu, Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan kepada pasukan keamanan untuk memastikan tidak ada serangan saat Rusia menjadi tuan rumah hajatan besar. Pada 2014, Rusia akan menjadi tempat penyelenggaraan Olimpiade musim dingin di Sochi, dekat Kaukasus Utara.
(esn)