Mortir hantam gedung Kementerian Informasi Suriah
Selasa, 20 November 2012 - 22:14 WIB
Mortir hantam gedung Kementerian Informasi Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Dua buah mortir yang ditembakan kaum pemberontak mengenai gedung Kementerian Informasi Suriah, Selasa (20/11/2012). Hantaman mortir ini menimbulkan sejumlah kerusakan, tapi tak menimbulkan korban jiwa.
Soerang aktivis oposisi, Samir al-Shami mengatakan, sebenarnya mortir itu tak ditujukan untuk menghantam gedung Kementerian Informasi Suriah yang berada di Distrik Mezzeh, Damaskus. Mortir itu sedianya ditujukan untuk menhantam sebuah Stadion Sepakbola yang berada di dekat Gedung Kementerian Informasi.
"Kami percaya, stadion sepakbola itu dihuni oleh tentara pemerintah dan telah digunakan untuk menembakkan mortir pada kaum pemberontak,” kata Shami seperti dikutip dari kantor berita Reutrers. Hingga kini, pertempuran antara Pemerintah Suriah dengan kaum pemberontak telah berlangsung selama 20 bulan. Belum ada tanda-tanda pertikaian akan berakhir.
Saat ini, pasukan Pemerintah Suriah kian meningkatkan kewaspadaan mereka. Menyusul adanya info yang menyebut kaum pemberontak akan kian intensif melakukan serangan pada pekan ini. Sejumlah pos pemeriksaan tambahan telah didirikan di sekitar ibukota dan pasukan keamanan telah menerapkan pembatasan baru pada pergerakan penduduk di beberapa bagian ibukota.
Warga mengatakan, banyak keluarga telah berencana untuk meninggalkan rumah mereka, karena takut akan peningkatan serangan militer yang disiapkan dua belah pihak yang tengah bertikai. Hingga kini, diperkirakan sudah 38 ribu orang tewas dalam perang saudara di Suriah.
Soerang aktivis oposisi, Samir al-Shami mengatakan, sebenarnya mortir itu tak ditujukan untuk menghantam gedung Kementerian Informasi Suriah yang berada di Distrik Mezzeh, Damaskus. Mortir itu sedianya ditujukan untuk menhantam sebuah Stadion Sepakbola yang berada di dekat Gedung Kementerian Informasi.
"Kami percaya, stadion sepakbola itu dihuni oleh tentara pemerintah dan telah digunakan untuk menembakkan mortir pada kaum pemberontak,” kata Shami seperti dikutip dari kantor berita Reutrers. Hingga kini, pertempuran antara Pemerintah Suriah dengan kaum pemberontak telah berlangsung selama 20 bulan. Belum ada tanda-tanda pertikaian akan berakhir.
Saat ini, pasukan Pemerintah Suriah kian meningkatkan kewaspadaan mereka. Menyusul adanya info yang menyebut kaum pemberontak akan kian intensif melakukan serangan pada pekan ini. Sejumlah pos pemeriksaan tambahan telah didirikan di sekitar ibukota dan pasukan keamanan telah menerapkan pembatasan baru pada pergerakan penduduk di beberapa bagian ibukota.
Warga mengatakan, banyak keluarga telah berencana untuk meninggalkan rumah mereka, karena takut akan peningkatan serangan militer yang disiapkan dua belah pihak yang tengah bertikai. Hingga kini, diperkirakan sudah 38 ribu orang tewas dalam perang saudara di Suriah.
(esn)