Israel tunda serangan darat dalam 24 jam ke depan
Selasa, 20 November 2012 - 18:54 WIB
Israel tunda serangan darat dalam 24 jam ke depan
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menegaskan, pihaknya akan menunda serang darat ke Gaza dalam 24 jam ke depan. Seperti dikutip dari RT.com, Selasa (20/11/2-12), penundaan serangan darat tersebut bertepatan dengan agenda perundingan gencatan senjata antara Israel dan Palestina yang diupayakan oleh Sekjen PBB, Ban Ki-moon di Kairo, Mesir.
Sementara itu, perwakilan Amerika Serikat (AS) dan Rusia di Dewan Keamanan PBB berbeda pendapat dalam mengupayakan gencatan senjata di DK PBB. Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin mengisyaratkan, bahwa AS berusaha untuk "membajak" kemajuan gencatan senjata antara dua belah pihak yang bertikai.
Chirkin mengatakan, "Saya rasa anda semua bisa menebak, siapa salah satu anggota tetap DK PBB yang tidak akan bersikap sejalan dengan anggota DK PBB lainya. Sikap ini akan menyakiti upaya perdamian yang telah diupayakan oleh Mesir dan beberapa negara di kawasan itu," kata Chirkin.
Seperti diketahui sebelumnya, kemarin Tel Aviv telah menuntut Hamas untuk segera menghentikan berbagai serangan selama 15 tahun ke depan. Namun, Hamas menolak seruan tersebut.
Perwakilan resmi Hamas, Moussa Abu Marzuk mengatakan, sampai kapan pun Hamas tidak akan menerima sikap Israel yang berusaha menciptakan sabuk keamanan di Gaza. Hamas juga menuntut Israel segera mencabut blokade atas wilayah Gaza.
Sementara itu, Osama Hamden, Direktur Urusan Internasional Hamas mengatakan, penduduk Gaza tidak akan terburu-buru melakukan gencatan senjata. “Kami telah terbisa menghadapi serangan Israel,” katanya.
Usai mengunjungi Kairo, Ki-moon berencana untuk meninjau langsung situasi kemanusiaan di Gaza pasca Operasi Benteng Pertahahan yang dilancarkan oleh Israel.
Sementara itu, perwakilan Amerika Serikat (AS) dan Rusia di Dewan Keamanan PBB berbeda pendapat dalam mengupayakan gencatan senjata di DK PBB. Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin mengisyaratkan, bahwa AS berusaha untuk "membajak" kemajuan gencatan senjata antara dua belah pihak yang bertikai.
Chirkin mengatakan, "Saya rasa anda semua bisa menebak, siapa salah satu anggota tetap DK PBB yang tidak akan bersikap sejalan dengan anggota DK PBB lainya. Sikap ini akan menyakiti upaya perdamian yang telah diupayakan oleh Mesir dan beberapa negara di kawasan itu," kata Chirkin.
Seperti diketahui sebelumnya, kemarin Tel Aviv telah menuntut Hamas untuk segera menghentikan berbagai serangan selama 15 tahun ke depan. Namun, Hamas menolak seruan tersebut.
Perwakilan resmi Hamas, Moussa Abu Marzuk mengatakan, sampai kapan pun Hamas tidak akan menerima sikap Israel yang berusaha menciptakan sabuk keamanan di Gaza. Hamas juga menuntut Israel segera mencabut blokade atas wilayah Gaza.
Sementara itu, Osama Hamden, Direktur Urusan Internasional Hamas mengatakan, penduduk Gaza tidak akan terburu-buru melakukan gencatan senjata. “Kami telah terbisa menghadapi serangan Israel,” katanya.
Usai mengunjungi Kairo, Ki-moon berencana untuk meninjau langsung situasi kemanusiaan di Gaza pasca Operasi Benteng Pertahahan yang dilancarkan oleh Israel.
(esn)