Ini dia tujuan operasi militer Israel ke Gaza
Selasa, 20 November 2012 - 16:31 WIB
Ini dia tujuan operasi militer Israel ke Gaza
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Israel Eli Yishai mengatakan, Operasi Benteng Pertahanan akan terus berlanjut dan kemungkinan akan diperluas, setelah militer Israel mendapat lampu hijau untuk melancarkan serangan darat.
"Perang di Gaza harus menyakitkan dan mempersulit kelompok pelaku teror yang akan membuat mereka tidak hanya akan berpikir dua kali, melainkan seratus kali sebelum mereka menembakkan roket ke Israel," ungkap Yishai seprti dilansir dalam The Israel National News, senin (19/11/2012).
"Serangan itu menghancurkan dan merusak infrastruktur bangunan umum, bangunan pemerintah, dan rumah warga. Israel harus memastikan Hamas akan menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk kembali membangun Gaza dan tidak akan kembali menyerang Gaza," lanjut Yishai.
Yishai sebelumnya mengatakan,"tujuan dari operasi Benteng Pertahanan ini adalah mengirim Gaza kembali ke abad pertengahan dan membuat Israel tenang, setidaknya untuk 40 tahun ke depan,"
Saat dimintai pendapat tentang ungkapan Yishai ini, Menteri Luar Negeri Israel Paul Hirschon membenarkan pendapat Yishai. "Gaza harus dibom ke abad pertengahan, itu artinya menghancurkan infrastruktur, pasokan air, dan penduduk yang melakukan kejahatan," katanya.
Ungkapan Yishai lebih ringan dibandingkan beberapa komentar yang muncul dari Isreal. Hari Minggu, Gild Sharon, putra mantan Perdana Menteri Ariel Sharon, dalam sebuah editorial di Jerusalem Post menyerukan agar militer Israel menghapuskan Gaza dari peta. Bahkan jika bisa meratakan Gaza seperti AS meratakan kota Hiroshima di Jepang pada tahun 1945 dengan sebuah bom atom.
"Kita harus meratakan seluruh Gaza. AS saja tidak cepat menyerah setelah mengebom Hiroshima, sementara Jepang juga tidak mudah menyerah. AS lantas melanjutkan menyerang Nagasaki. Israel harusnya membiarkan Gaza tanpa energi, tanpa bensin, tanpa kendaraan, hingga mereka melakukan gencatan senjata," jelas Gild.
"Perang di Gaza harus menyakitkan dan mempersulit kelompok pelaku teror yang akan membuat mereka tidak hanya akan berpikir dua kali, melainkan seratus kali sebelum mereka menembakkan roket ke Israel," ungkap Yishai seprti dilansir dalam The Israel National News, senin (19/11/2012).
"Serangan itu menghancurkan dan merusak infrastruktur bangunan umum, bangunan pemerintah, dan rumah warga. Israel harus memastikan Hamas akan menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk kembali membangun Gaza dan tidak akan kembali menyerang Gaza," lanjut Yishai.
Yishai sebelumnya mengatakan,"tujuan dari operasi Benteng Pertahanan ini adalah mengirim Gaza kembali ke abad pertengahan dan membuat Israel tenang, setidaknya untuk 40 tahun ke depan,"
Saat dimintai pendapat tentang ungkapan Yishai ini, Menteri Luar Negeri Israel Paul Hirschon membenarkan pendapat Yishai. "Gaza harus dibom ke abad pertengahan, itu artinya menghancurkan infrastruktur, pasokan air, dan penduduk yang melakukan kejahatan," katanya.
Ungkapan Yishai lebih ringan dibandingkan beberapa komentar yang muncul dari Isreal. Hari Minggu, Gild Sharon, putra mantan Perdana Menteri Ariel Sharon, dalam sebuah editorial di Jerusalem Post menyerukan agar militer Israel menghapuskan Gaza dari peta. Bahkan jika bisa meratakan Gaza seperti AS meratakan kota Hiroshima di Jepang pada tahun 1945 dengan sebuah bom atom.
"Kita harus meratakan seluruh Gaza. AS saja tidak cepat menyerah setelah mengebom Hiroshima, sementara Jepang juga tidak mudah menyerah. AS lantas melanjutkan menyerang Nagasaki. Israel harusnya membiarkan Gaza tanpa energi, tanpa bensin, tanpa kendaraan, hingga mereka melakukan gencatan senjata," jelas Gild.
(esn)