Rusia kirim draft resolusi konflik Israel-Palestina ke PBB
Selasa, 20 November 2012 - 16:29 WIB
Rusia kirim draft resolusi konflik Israel-Palestina ke PBB
A
A
A
Sindonews.com - Rusia hari ini menyerahkan sebuah draft resolusi pada Dewan Keamanan (DK) PBB guna membantu menyelesaikan konflik yang terjadi di Gaza.
Duta besar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin telah menyerahkan sebuah draft yang menitikberatkan pada tiga komponen utama untuk mengakhiri konflik dan memulai proses gencatan senjata. Resolusi ini juga dimaksudkan untuk mencari dukungan internasional dan kawasan, untuk memulai pembicaraan guna mengahkhiri konflik Palestina dan Israel.
Draft yang diajukan oleh Rusia sejalan dengan hasil pertemuan yang digelar pada Senin (19/11/2012) kemarin, bahwa segala bentuk kerasan yang menargetkan warga sipil harus segera dihentikan, dan semua hak warga Peletina dan Israel harus dilindungi.
Belum ada tanda-tanda Operasi Benteng Pertahanan Isreal akan berakhir, meski Israel telah memberikan ultimatum untuk melakukan gencatan senjata selama 36 jam. Sepanjang hari Senin, AU Israel telah melepaskan lebih dari 100 roket ke Gaza.
Serangan tersebut telah menghancurkan ratusan infrastruktur dan menewaskan tiga orang warga Gaza, dua di antaranya adalah balita yang terjebak di antara reruntuhan rumah. Selain itu, puluhan orang juga menderita luka-luka akibat serangan tersebut.
Osama Hamden, Direktur Urusan Internasional Hamas mengatakan, penduduk Gaza tidak akan terburu-buru melakukan gencatan senjata, kami telah terbiasa menghadapi serangan Israel.
Memasuki hari ke 10 jumlah korban tewas akibat roket yang ditembakan oleh roket jet tempur Israel ke Gaza telah mencapai 105 orang.
Duta besar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin telah menyerahkan sebuah draft yang menitikberatkan pada tiga komponen utama untuk mengakhiri konflik dan memulai proses gencatan senjata. Resolusi ini juga dimaksudkan untuk mencari dukungan internasional dan kawasan, untuk memulai pembicaraan guna mengahkhiri konflik Palestina dan Israel.
Draft yang diajukan oleh Rusia sejalan dengan hasil pertemuan yang digelar pada Senin (19/11/2012) kemarin, bahwa segala bentuk kerasan yang menargetkan warga sipil harus segera dihentikan, dan semua hak warga Peletina dan Israel harus dilindungi.
Belum ada tanda-tanda Operasi Benteng Pertahanan Isreal akan berakhir, meski Israel telah memberikan ultimatum untuk melakukan gencatan senjata selama 36 jam. Sepanjang hari Senin, AU Israel telah melepaskan lebih dari 100 roket ke Gaza.
Serangan tersebut telah menghancurkan ratusan infrastruktur dan menewaskan tiga orang warga Gaza, dua di antaranya adalah balita yang terjebak di antara reruntuhan rumah. Selain itu, puluhan orang juga menderita luka-luka akibat serangan tersebut.
Osama Hamden, Direktur Urusan Internasional Hamas mengatakan, penduduk Gaza tidak akan terburu-buru melakukan gencatan senjata, kami telah terbiasa menghadapi serangan Israel.
Memasuki hari ke 10 jumlah korban tewas akibat roket yang ditembakan oleh roket jet tempur Israel ke Gaza telah mencapai 105 orang.
(esn)