Sekjen PBB dorong terciptanya dialog politik di Yaman
Selasa, 20 November 2012 - 07:00 WIB
Sekjen PBB dorong terciptanya dialog politik di Yaman
A
A
A
Sindonews.com - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon berjanji untuk membantu terciptanya dialog politik di Yaman. Pernyataan ini dikeluarkan Ki-moon dalam sebuah konferensi pers bersama dengan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi di Sanaa, Yaman, Senin (19/11/2012).
"PBB berdiri di sini untuk menegaskan kembali komitmen yang kuat, bahwa kami berdiri berdampingan dengan pemerintah dan rakyat Yaman dalam mengejar kemajuan dan menuju masa depan yang lebih baik dan sejahtera. Hal ini ditandai dengan rekonsiliasi dan partisipasi demokratis," ujar Ki-moon seperti dikutip thestar.
Proses ini diharapkan mengarah pada pemilihan presiden dan parlemen pada tahun 2014. Namun, upaya untuk mengadakan dialog rekonsiliasi nasional mendapat perlawanan dari para pemimpin separatis di Yaman Selatan.
Beberapa pihak di Yaman telah mengambil keuntungan dari lemahnya otoritas di wilayah Selatan.
Banyak orang Selatan mengeluh, bahwa wilayah Utara yang berbasis di ibu kota Sanaa telah melakukan diskriminasi terhadap mereka dan merebut sumber daya mereka.
Warga di Selatan menuding, cadangan minyak di wilayah Selatan menyusut karena dieksploitasi berlebihan. Hal ini dibantah oleh Pemerintah Yaman. Mereka mengaku tak pernah memberlakukan kebijakan diskriminatif.
Utusan PBB untuk Yaman, Jamal Benomar, telah bertemu dengan para pemimpin separatis di Yaman Selatan untuk mencoba membujuk mereka bergabung dengan konferensi rekonsiliasi nasional yang sedianya akan dimulai pada bulan ini.
"PBB berdiri di sini untuk menegaskan kembali komitmen yang kuat, bahwa kami berdiri berdampingan dengan pemerintah dan rakyat Yaman dalam mengejar kemajuan dan menuju masa depan yang lebih baik dan sejahtera. Hal ini ditandai dengan rekonsiliasi dan partisipasi demokratis," ujar Ki-moon seperti dikutip thestar.
Proses ini diharapkan mengarah pada pemilihan presiden dan parlemen pada tahun 2014. Namun, upaya untuk mengadakan dialog rekonsiliasi nasional mendapat perlawanan dari para pemimpin separatis di Yaman Selatan.
Beberapa pihak di Yaman telah mengambil keuntungan dari lemahnya otoritas di wilayah Selatan.
Banyak orang Selatan mengeluh, bahwa wilayah Utara yang berbasis di ibu kota Sanaa telah melakukan diskriminasi terhadap mereka dan merebut sumber daya mereka.
Warga di Selatan menuding, cadangan minyak di wilayah Selatan menyusut karena dieksploitasi berlebihan. Hal ini dibantah oleh Pemerintah Yaman. Mereka mengaku tak pernah memberlakukan kebijakan diskriminatif.
Utusan PBB untuk Yaman, Jamal Benomar, telah bertemu dengan para pemimpin separatis di Yaman Selatan untuk mencoba membujuk mereka bergabung dengan konferensi rekonsiliasi nasional yang sedianya akan dimulai pada bulan ini.
(esn)