Iran: AS harus gunakan pendekatan yang lebih logis
Senin, 19 November 2012 - 21:21 WIB
Iran: AS harus gunakan pendekatan yang lebih logis
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Iran mengaku siap untuk melakukan pembicaraan baru dengan dunia internasional soal program nuklir mereka. “Tapi, Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain harus berusaha mengendalikan kegiatan pengayaan uranium mereka dan perlu lebih konstruktif,” ujar Duta Besar Iran untuk Rusia, Seyed Mahmoud-Reza Sajjadi, Senin (19/11/2012).
Terpilihnya kembali Barack Obama sebagai Presiden AS, diprediksi akan membuat babak baru pembicaraan soal program nuklir Iran yang melibatkan negara P5+1, yakni AS, Inggris, Perancis, Rusia dan China, plus Jerman.
“Presiden AS harus mengubah perilaku AS terhadap Iran dan memilih pendekatan yang lebih logis," lanjut Sajjadi seperti dikutip dari thestar. Menurutnya, Iran sudah siap untuk negosiasi baru.
"Kami berharap bahwa dalam pembicaraan berikutnya dengan enam negara, tidak diterapkan standar ganda. Ini akan membuat pembicaraan menjadilebih konstruktif," kata Sajjadi.
Sebelumnya, tiga putaran perundingan telah dilakukan untuk membahas program nuklir Iran, namun semuanya gagal. Negara-negara Barat menuding Iran mengembangkan program nuklir untuk kepentingan militer, hal yang disangkal keras oleh Iran.
Muncul pula kekhawatiran, kalau Israel akan menyerang fasilitas nuklir Iran, hal ini bisa memicu perang baru di Timur Tengah. Pada Rabu (21/11/2012), anggota tetap DK PBB, AS, Inggris, Perancis, Rusia dan China, plus Jerman akan bertemu untuk membahas strategi negosiasi.
Terpilihnya kembali Barack Obama sebagai Presiden AS, diprediksi akan membuat babak baru pembicaraan soal program nuklir Iran yang melibatkan negara P5+1, yakni AS, Inggris, Perancis, Rusia dan China, plus Jerman.
“Presiden AS harus mengubah perilaku AS terhadap Iran dan memilih pendekatan yang lebih logis," lanjut Sajjadi seperti dikutip dari thestar. Menurutnya, Iran sudah siap untuk negosiasi baru.
"Kami berharap bahwa dalam pembicaraan berikutnya dengan enam negara, tidak diterapkan standar ganda. Ini akan membuat pembicaraan menjadilebih konstruktif," kata Sajjadi.
Sebelumnya, tiga putaran perundingan telah dilakukan untuk membahas program nuklir Iran, namun semuanya gagal. Negara-negara Barat menuding Iran mengembangkan program nuklir untuk kepentingan militer, hal yang disangkal keras oleh Iran.
Muncul pula kekhawatiran, kalau Israel akan menyerang fasilitas nuklir Iran, hal ini bisa memicu perang baru di Timur Tengah. Pada Rabu (21/11/2012), anggota tetap DK PBB, AS, Inggris, Perancis, Rusia dan China, plus Jerman akan bertemu untuk membahas strategi negosiasi.
(esn)