Israel beri Hamas batas waktu 36 jam
Senin, 19 November 2012 - 19:52 WIB
Israel beri Hamas batas waktu 36 jam
A
A
A
Sindonews.com - Isreal mengeluarkan peringatan, bahwa mereka akan meningkatkan serangan ke Gaza jika dalam tempo 36 jam Hamas tidak menghentikan serangan roket ke wilayah Israel.
Dalam sebuah wawancara sengan radio pertahanan militer Isreal, Menteri Keuangan Isreal, Yuval Steinitz mengatakan, peningkatan serangan terhadap Hamas diukur dalam hitungan jam, bukan hari.
"Kami tengah berada di sebuah persimpangan, apakah kami akan berdamai atau melebarkan operasi penyerangan. Termasuk kemungkinan mencapai keputusan operasi militer penuh," ungkap Steinitz.
Steinitz mengatakan, Israel telah mengajukan enam poin terhadap Hamas selama menggelar perundingan di Kairo, Mesir. Menurutnya, beberapa poin menyatakan, bahwa Pemerintah Israel terus menuntut Hamas untuk menghentikan tembakan roket ke Israel dan menghentikan penyelundupan senjata ke Gaza.
Steinitz menambahkan, dalam proposal gencatan senjata tersebut, Israel juga meminta agar mereka diizinkan untuk memburu teroris jika mendapat kabar bahwa akan ada serangan yang segera terjadi.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan resmi Hamas, Moussa Abu Marzuk mengatakan, sampai kapanpun Hamas tidak akan menerima sikap Israel yang berusaha menciptakan sabuk keamanan di Gaza. Hamas juga menuntut Israel segera mencabut blokade atas wilayah Gaza.
Dalam sebuah wawancara sengan radio pertahanan militer Isreal, Menteri Keuangan Isreal, Yuval Steinitz mengatakan, peningkatan serangan terhadap Hamas diukur dalam hitungan jam, bukan hari.
"Kami tengah berada di sebuah persimpangan, apakah kami akan berdamai atau melebarkan operasi penyerangan. Termasuk kemungkinan mencapai keputusan operasi militer penuh," ungkap Steinitz.
Steinitz mengatakan, Israel telah mengajukan enam poin terhadap Hamas selama menggelar perundingan di Kairo, Mesir. Menurutnya, beberapa poin menyatakan, bahwa Pemerintah Israel terus menuntut Hamas untuk menghentikan tembakan roket ke Israel dan menghentikan penyelundupan senjata ke Gaza.
Steinitz menambahkan, dalam proposal gencatan senjata tersebut, Israel juga meminta agar mereka diizinkan untuk memburu teroris jika mendapat kabar bahwa akan ada serangan yang segera terjadi.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan resmi Hamas, Moussa Abu Marzuk mengatakan, sampai kapanpun Hamas tidak akan menerima sikap Israel yang berusaha menciptakan sabuk keamanan di Gaza. Hamas juga menuntut Israel segera mencabut blokade atas wilayah Gaza.
(esn)