Puluhan ribu pekerja medis Spanyol berdemonstrasi
Senin, 19 November 2012 - 19:39 WIB
Puluhan ribu pekerja medis Spanyol berdemonstrasi
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan ribu dokter, perawat, dan staf rumah sakit di Spanyol turun ke jalan-jalan utama di kota Madrid, Minggu (18/11/2012). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas pemotongan anggaran dan penghematan yang dilakukan Pemerintah Spanyol.
Para demonstran yang mengenakan seragam kerja mereka yang berwarna serba putih, meneriakan yel-yel,"kesehatan masyarakat!" dan "Kesehatan adalah hak, kami akan terus berjuang". Sektor kesehatan di Spanyol memang mendapat pukulan kuat akibat kebijakan penghematan yang dilakukan pemerintah sayap kanan.
Jaime Rodriguez (33), seorang dokter di rumah sakit Leganes, di pinggiran kota Madrid, mengaku kalau kebijakan ini sangat merugikan masyarakat dan pekerja medis di negara itu.
“Pemotongan anggaran merugikan pelayanan kesehatan bagi warga dan memperburuk kondisi kerja para staf kesehatan,” tegasnya. Rodriguez mencontohkan, seorang pasien berusia 90 tahun harus menghabiskan lima hari di ruang gawat darurat karena tidak ada tempat tidur gratis di tempat lain di rumah sakit.
Pemotongan anggaran ini juga menyiksa para pensiunan. Kaum Pensiunan yang sebelumnya tak perlu mengeluarkan uang untuk berobat, kini harus membayar setidaknya 10 persen dari tagihan farmasi mereka.
"Pemotongan anggaran memengaruhi persediaan farmasi. Saat ini, orang yang sakit harus berebut untuk mendapatkan pengobatan," kata Daniel Domingo, salah satu dokter yang ikut dalam aksi protes ini.
Para demonstran yang mengenakan seragam kerja mereka yang berwarna serba putih, meneriakan yel-yel,"kesehatan masyarakat!" dan "Kesehatan adalah hak, kami akan terus berjuang". Sektor kesehatan di Spanyol memang mendapat pukulan kuat akibat kebijakan penghematan yang dilakukan pemerintah sayap kanan.
Jaime Rodriguez (33), seorang dokter di rumah sakit Leganes, di pinggiran kota Madrid, mengaku kalau kebijakan ini sangat merugikan masyarakat dan pekerja medis di negara itu.
“Pemotongan anggaran merugikan pelayanan kesehatan bagi warga dan memperburuk kondisi kerja para staf kesehatan,” tegasnya. Rodriguez mencontohkan, seorang pasien berusia 90 tahun harus menghabiskan lima hari di ruang gawat darurat karena tidak ada tempat tidur gratis di tempat lain di rumah sakit.
Pemotongan anggaran ini juga menyiksa para pensiunan. Kaum Pensiunan yang sebelumnya tak perlu mengeluarkan uang untuk berobat, kini harus membayar setidaknya 10 persen dari tagihan farmasi mereka.
"Pemotongan anggaran memengaruhi persediaan farmasi. Saat ini, orang yang sakit harus berebut untuk mendapatkan pengobatan," kata Daniel Domingo, salah satu dokter yang ikut dalam aksi protes ini.
(esn)