Usai ngobrol, Obama cium pipi Suu Kyi
Senin, 19 November 2012 - 19:21 WIB
Usai ngobrol, Obama cium pipi Suu Kyi
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Obama mengunjungi ikon demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi di rumahnya di Rangon, Myanmar, usai bertemu dengan Presiden Myanmar Thein Sein, Senin (19/11/2012).
Dalam pertemuan singkat yang berlangsung hangat tersebut, Suu Kyi mengucapkan terima kasih pada Obama karena telah mendukung proses demokasi di negaranya. Namun, dengan suara yang pelan dan nyaris tak terdengar, Suu Kyi memperingatkan bahwa masa sulit adalah saat orang berpikir bahwa sukses sudah ada di depan mata.
"Kita harus bertindak sangat hati-hati dan kita tidak boleh terpikat oleh fatamorgana, bahwa kita sedang menciptakan sebuah kesukesan pada rakyat,” ungkap Suu Kyi.
Obama mengatakan kepada Suu Kyi, bahwa dia telah menjadi ikon demokrasi dan mennginsipirasi semua orang dari seluruh dunia. "Hari ini akan menandai sebuah langkah baru bagi AS dan Myanmar," ungkap Obama sebelum berpisah dengan Suu Kyi.
Sesaat sebelum berpisah, Obama menyempatkan mencium dua belah pipi Suu Kyi. Ini bukan pertemuan pertama keduanya. Pada September lalu, Suu Kyi sempat mengunjungi Obama di Gedung Putih.
Salah seorang pejabat senior AS mengatakan, setelah kunjungan ini AS akan melanjutkan kembali program bantuan untuk Myanmar. AS akan mengucurkan sekitar USD170 juta, tergantung pada perkembangan demokrasi yang diupayakan oleh pemerintah Myanmar.
Obama lantas melanjutkan kunjungan ke Universitas Yangon untuk bertemu dengan sejumlah Mahasiswa. Dalam kunjungan tersebut, Obama menekankan kebutuhan untuk melakukan amandemen hukum yang masih memberikan porsi lebih besar pada militer.
Dalam pertemuan singkat yang berlangsung hangat tersebut, Suu Kyi mengucapkan terima kasih pada Obama karena telah mendukung proses demokasi di negaranya. Namun, dengan suara yang pelan dan nyaris tak terdengar, Suu Kyi memperingatkan bahwa masa sulit adalah saat orang berpikir bahwa sukses sudah ada di depan mata.
"Kita harus bertindak sangat hati-hati dan kita tidak boleh terpikat oleh fatamorgana, bahwa kita sedang menciptakan sebuah kesukesan pada rakyat,” ungkap Suu Kyi.
Obama mengatakan kepada Suu Kyi, bahwa dia telah menjadi ikon demokrasi dan mennginsipirasi semua orang dari seluruh dunia. "Hari ini akan menandai sebuah langkah baru bagi AS dan Myanmar," ungkap Obama sebelum berpisah dengan Suu Kyi.
Sesaat sebelum berpisah, Obama menyempatkan mencium dua belah pipi Suu Kyi. Ini bukan pertemuan pertama keduanya. Pada September lalu, Suu Kyi sempat mengunjungi Obama di Gedung Putih.
Salah seorang pejabat senior AS mengatakan, setelah kunjungan ini AS akan melanjutkan kembali program bantuan untuk Myanmar. AS akan mengucurkan sekitar USD170 juta, tergantung pada perkembangan demokrasi yang diupayakan oleh pemerintah Myanmar.
Obama lantas melanjutkan kunjungan ke Universitas Yangon untuk bertemu dengan sejumlah Mahasiswa. Dalam kunjungan tersebut, Obama menekankan kebutuhan untuk melakukan amandemen hukum yang masih memberikan porsi lebih besar pada militer.
(esn)