Puluhan ribu warga Myanmar antusias sambut Obama
Senin, 19 November 2012 - 19:13 WIB
Puluhan ribu warga Myanmar antusias sambut Obama
A
A
A
Sindonews.com - Kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Barak Obama ke Myanmar disambut antusiasi oleh warga di Ibu Kota Myanmar, Yangon. Puluhan ribu warga, termaksud anak-anak rela berbaris dari bandara hingga Gedung Parlemen tua, hanya untuk sekilas melihat wajah Obama.
Setibanya di Myanmar, Obama langsung bertemu dengan Presiden Myanmar, Thein Sein di Gedung Parlemen. Kunjungan ini menjadikan Obama ia sebagai Presiden AS pertama yang mengunjungi Myanmar.
"Saya sudah mengetahui banyak fakta dan saya mengakui bahwa negara Myanmar telah melewati perjalan panjang dalam melakukan reformasi," ungkap Obama kepada Sein.
"Saya pikir, perubahan demokrasi dan ekonomi yang baru saja dimulai oleh Presiden Myanmar ke depanya akan membuat sebuah perkembangan perubahan yang luar biasa," imbuh Obama.
Menanggapi hal tersebut, berbicara dalam bahasa Myanmar, Presiden Sein mengatakan, berdasarkan prinsip saling menghargai dan menghormati, Myanmar dan AS akan terus membuat kemajuan.
"Selama diskusi, saya dan Obama telah sepakat untuk terus mengembangkan demokrasi di Myanmar dan akan terus mempromosikan hak asas manusia sesuai dengan standar internasional," ungkap Sein.
Setibanya di Myanmar, Obama langsung bertemu dengan Presiden Myanmar, Thein Sein di Gedung Parlemen. Kunjungan ini menjadikan Obama ia sebagai Presiden AS pertama yang mengunjungi Myanmar.
"Saya sudah mengetahui banyak fakta dan saya mengakui bahwa negara Myanmar telah melewati perjalan panjang dalam melakukan reformasi," ungkap Obama kepada Sein.
"Saya pikir, perubahan demokrasi dan ekonomi yang baru saja dimulai oleh Presiden Myanmar ke depanya akan membuat sebuah perkembangan perubahan yang luar biasa," imbuh Obama.
Menanggapi hal tersebut, berbicara dalam bahasa Myanmar, Presiden Sein mengatakan, berdasarkan prinsip saling menghargai dan menghormati, Myanmar dan AS akan terus membuat kemajuan.
"Selama diskusi, saya dan Obama telah sepakat untuk terus mengembangkan demokrasi di Myanmar dan akan terus mempromosikan hak asas manusia sesuai dengan standar internasional," ungkap Sein.
(esn)