Warga Israel beda sikap soal konflik Gaza
Senin, 19 November 2012 - 14:59 WIB
Warga Israel beda sikap soal konflik Gaza
A
A
A
Sindonews.com – Rakyat Israel berbeda sikap soal serangan militer negara itu ke wilayah Palestina di Jalur Gaza. Seorang warga Israel, Eli Pozielov (31), pemilik toko aksesoris telepon seluler, mendukung agresi militer negaranya.
Menurutnya, Israel harus melakukan operasi pertahanan dan operasi kali ini harus lebih kuat dari operasi sebelumnya. "Israel harus menguasai wilayah Gaza lagi dan 1,7 juta warga di Palestina sudah terbiasa dengan hal tersebut," imbuh Pozielov.
Eli Chalilo (38), imigran asal Uzbekistan yang telah menjadi warga Israel sejak 20 tahun lalu mengaku merasa tenang tinggal di Israel. Namun belakangan, ia sedikit khawatir saat roket militan dan Hamas menjangkau Ibu Kota Isreal, Tel Aviv,
"Saya agak stres saat sebuah bangunan yang berada 200 meter dari rumah saya hancur dihantam roket," unglap Chalilo seperti dilansir Al-Jazeera.
Esti, seorang guru matematika mengatakan, perang ini harus segera diakhiri dan Isreal harus menguasai Gaza. "Isreal harus melakukan sesuatu yang mutlak untuk menyelesaikan konflik dengan Palestina," ungkapnya.
"Serangan roket dari Gaza membuat saya dan keluarga saya menderita, tapi orang yang tinggal di Gaza jauh lebih menderita akibat serangan roket Isreal sepanjang waktu. Sudah saatnya Israel mencari solusi, jika solusinya adalah pekerjaan, maka itulah yang harus dikerjakan," ungkap Esti.
Ketika dimintai pendapat bagaimana jika minoritas Isreal menduduki Gaza dan memimpin Palestina, "Saya tidak tahu, tapi solusi harus dilakukan oleh kedua pemerintah. Kami hanya rakyat biasa."
Esti menambahkan, warga Palesina memiliki sumber daya alam yang sedikit dan menghadapi diskriminasi dari pihak swasta. "Saya pikir menduduki Gaza dan kemudian mengelolanya seperti keadaan normal, memberi mereka hak-hak dan manfaat untuk menjadi solusi atas masalah ini," ungkap Esti.
Menurutnya, Israel harus melakukan operasi pertahanan dan operasi kali ini harus lebih kuat dari operasi sebelumnya. "Israel harus menguasai wilayah Gaza lagi dan 1,7 juta warga di Palestina sudah terbiasa dengan hal tersebut," imbuh Pozielov.
Eli Chalilo (38), imigran asal Uzbekistan yang telah menjadi warga Israel sejak 20 tahun lalu mengaku merasa tenang tinggal di Israel. Namun belakangan, ia sedikit khawatir saat roket militan dan Hamas menjangkau Ibu Kota Isreal, Tel Aviv,
"Saya agak stres saat sebuah bangunan yang berada 200 meter dari rumah saya hancur dihantam roket," unglap Chalilo seperti dilansir Al-Jazeera.
Esti, seorang guru matematika mengatakan, perang ini harus segera diakhiri dan Isreal harus menguasai Gaza. "Isreal harus melakukan sesuatu yang mutlak untuk menyelesaikan konflik dengan Palestina," ungkapnya.
"Serangan roket dari Gaza membuat saya dan keluarga saya menderita, tapi orang yang tinggal di Gaza jauh lebih menderita akibat serangan roket Isreal sepanjang waktu. Sudah saatnya Israel mencari solusi, jika solusinya adalah pekerjaan, maka itulah yang harus dikerjakan," ungkap Esti.
Ketika dimintai pendapat bagaimana jika minoritas Isreal menduduki Gaza dan memimpin Palestina, "Saya tidak tahu, tapi solusi harus dilakukan oleh kedua pemerintah. Kami hanya rakyat biasa."
Esti menambahkan, warga Palesina memiliki sumber daya alam yang sedikit dan menghadapi diskriminasi dari pihak swasta. "Saya pikir menduduki Gaza dan kemudian mengelolanya seperti keadaan normal, memberi mereka hak-hak dan manfaat untuk menjadi solusi atas masalah ini," ungkap Esti.
(esn)