Bom mobil meledak di Irak, 7 tewas
Minggu, 18 November 2012 - 16:30 WIB
Bom mobil meledak di Irak, 7 tewas
A
A
A
Sindonews.com - Setidaknya tujuh Muslim Syiah yang merupakan peziarah dari Iran dan Pakistan tewas di Irak ketika sebuah bom mobil meledak, Sabtu (17/11/2012). Selain korban tewas, bom ini juga melukai 25 lainnya. Bom mobil ini meledak di sebuah restoran di kota Balad, 80 km Utara Baghdad.
“Sebuah mobil yang tengah di parkir dekat restoran, meledak dan menewaskan para peziarah yang baru kembali di kota suci Syiah, Samarra,” kata pernyataan Kepolisian setempat seperti dikutip dari the star.
Insiden bom mobil ini terjadi beberapa hari sebelum masuk bulan suci Asyura, bulan yang memiliki arti khusus untuk Muslim Syiah. Saat seperti ini memang kerap dijadikan momen serangan oleh kelompok-kelompok yang berafiliasi ke Al Qaeda Irak dan gerilyawan Sunni.
Hampir satu tahun setelah tentara Amerika Serikat meninggalkan Irak, sayap lokal Al-Qaeda telah bersumpah untuk menghidupkan kembali serangan terhadap kaum Syiah di negara itu. Serangan ini dilakukan untuk menyalakan kembali kekerasan sektarian yang telah mendorong negara itu ke tepi perang saudara empat tahun lalu.
Serangan terhadap kaum Syiah sering meningkat selama bulan Asyura, ketika Syiah memperingati kematian Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad SAW.
“Sebuah mobil yang tengah di parkir dekat restoran, meledak dan menewaskan para peziarah yang baru kembali di kota suci Syiah, Samarra,” kata pernyataan Kepolisian setempat seperti dikutip dari the star.
Insiden bom mobil ini terjadi beberapa hari sebelum masuk bulan suci Asyura, bulan yang memiliki arti khusus untuk Muslim Syiah. Saat seperti ini memang kerap dijadikan momen serangan oleh kelompok-kelompok yang berafiliasi ke Al Qaeda Irak dan gerilyawan Sunni.
Hampir satu tahun setelah tentara Amerika Serikat meninggalkan Irak, sayap lokal Al-Qaeda telah bersumpah untuk menghidupkan kembali serangan terhadap kaum Syiah di negara itu. Serangan ini dilakukan untuk menyalakan kembali kekerasan sektarian yang telah mendorong negara itu ke tepi perang saudara empat tahun lalu.
Serangan terhadap kaum Syiah sering meningkat selama bulan Asyura, ketika Syiah memperingati kematian Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad SAW.
(esn)