AS tolak keluarkan visa bagi diplomat Iran
Minggu, 18 November 2012 - 14:06 WIB
AS tolak keluarkan visa bagi diplomat Iran
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menolak mengeluarkan visa bagi para diplomat dan pejabat Iran yang hendak melakukan kunjungan ke kantor PBB di New York, AS. Demikian diberitakan oleh kantor berita Iran, IRNA, Sabtu (17/11/2012).
“AS menolak memberikan visa kepada anggota delegasi Iran yang berencana untuk melakukan perjalanan ke pertemuan Komite Ketiga PBB, yang berfokus pada isu-isu sosial dan hak asasi manusia,” sebut pernyataan Badan Kemanusiaan dan Peradilan Iran.
Iran menyebut, penolakan ini akan merusak misi Iran untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan PBB. Iran mendesak para pejabat PBB untuk memperingatkan AS atas kebijakan ini. Pernyataan ini tidak menyebut berapa banyak visa yang ditolak.
Kedutaan Swiss yang menangani layanan konsuler AS di Iran, tidak mau mengeluarkan pernyataan soal kasus ini. Begitu juga dengan Departemen Luar Negeri AS, mereka mengaku pihaknya tidak bisa mengomentari kasus visa.
Sebagai negara di mana kantor PBB berdomisili, AS memiliki kebijakan pemberian visa bagi anggota delegasi. Hal ini sesuai dengan perjanjian pada tahun 1947. AS harus memberikan visa, terlepas apakah AS terlibat perselisihan dengan salah satu negara anggota PBB.
Namun, AS tak selalu menjalankan kesepakatan itu. Pada September lalu, AS menolak mengeluarkan visa bagi 20 pejabat pemerintah Iran yang akan menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. Meski Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad tetap bisa datang ke sidang Majelis Umum PBB, tapi dua menterinya tak bisa masuk ke AS.
AS dan Iran memutuskan hubungan diplomatik sejak 1979. Hubungan kedua negara kian meruncing akibat program nuklir yang dikembangkan Iran. AS dan sekutunya menuding Iran mengembangkan program nuklir untuk kepentingan militer, tudingan yang dibantah keras oleh Iran.
“AS menolak memberikan visa kepada anggota delegasi Iran yang berencana untuk melakukan perjalanan ke pertemuan Komite Ketiga PBB, yang berfokus pada isu-isu sosial dan hak asasi manusia,” sebut pernyataan Badan Kemanusiaan dan Peradilan Iran.
Iran menyebut, penolakan ini akan merusak misi Iran untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan PBB. Iran mendesak para pejabat PBB untuk memperingatkan AS atas kebijakan ini. Pernyataan ini tidak menyebut berapa banyak visa yang ditolak.
Kedutaan Swiss yang menangani layanan konsuler AS di Iran, tidak mau mengeluarkan pernyataan soal kasus ini. Begitu juga dengan Departemen Luar Negeri AS, mereka mengaku pihaknya tidak bisa mengomentari kasus visa.
Sebagai negara di mana kantor PBB berdomisili, AS memiliki kebijakan pemberian visa bagi anggota delegasi. Hal ini sesuai dengan perjanjian pada tahun 1947. AS harus memberikan visa, terlepas apakah AS terlibat perselisihan dengan salah satu negara anggota PBB.
Namun, AS tak selalu menjalankan kesepakatan itu. Pada September lalu, AS menolak mengeluarkan visa bagi 20 pejabat pemerintah Iran yang akan menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. Meski Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad tetap bisa datang ke sidang Majelis Umum PBB, tapi dua menterinya tak bisa masuk ke AS.
AS dan Iran memutuskan hubungan diplomatik sejak 1979. Hubungan kedua negara kian meruncing akibat program nuklir yang dikembangkan Iran. AS dan sekutunya menuding Iran mengembangkan program nuklir untuk kepentingan militer, tudingan yang dibantah keras oleh Iran.
(esn)