Raja Yordania diminta turun takhta
Jum'at, 16 November 2012 - 19:55 WIB
Raja Yordania diminta turun takhta
A
A
A
Sindonews.com – Ribuan orang kembali turun ke jalan-jalan utama di Ibu Kota Yordania, Amman, Jumat (16/11/2012), sebagai bentuk protes terhadap kenaikan harga BBM. Mereka juga menyerukan agar Raja Abdullah yang memerintah sejak 1999, turun dari tampuk kekuasaannya.
"Turun Abdullah, turun. Rakyat ingin kejatuhan rezim," teriak para pemrotes di dekat Masjid Husseini, Amman. “Harga telah berbicara dan Abdullah telah melakukan perjudian,” teriak demonstran lain. Hingga kini, aksi protes di Yordania telah memasuki hari ketiga.
Ikhwanul Muslimin, kelompok oposisi terbesar di negara itu, menghimbau orang-orang untuk turun ke jalan. Perdana Menteri Yordania, Abdullah Ensour telah memperingatkan oposisi untuk tidak mengeksploitasi kenaikan harga BBM menjadi isu politik.
Menurut Ensour, kenaikan harga BBM tidak dapat dihindari. "Jika langkah itu tertunda, kita akan menghadapi bencana dan kepailitan," katanya dalam sebuah wawancara dengan televisi negara.
Kenaikan harga BBM di Yordania memang cukup besar. Pemerintah mematok kenaikan hingga 50 persen untuk gas tabung yang biasa digunakan untuk memasak. Sedangkan kenaikan solar dan minyak tanah mencapai 33 persen. Untuk bensin, pemerintah Yordania menerapkan kenaikan 14 persen.
"Turun Abdullah, turun. Rakyat ingin kejatuhan rezim," teriak para pemrotes di dekat Masjid Husseini, Amman. “Harga telah berbicara dan Abdullah telah melakukan perjudian,” teriak demonstran lain. Hingga kini, aksi protes di Yordania telah memasuki hari ketiga.
Ikhwanul Muslimin, kelompok oposisi terbesar di negara itu, menghimbau orang-orang untuk turun ke jalan. Perdana Menteri Yordania, Abdullah Ensour telah memperingatkan oposisi untuk tidak mengeksploitasi kenaikan harga BBM menjadi isu politik.
Menurut Ensour, kenaikan harga BBM tidak dapat dihindari. "Jika langkah itu tertunda, kita akan menghadapi bencana dan kepailitan," katanya dalam sebuah wawancara dengan televisi negara.
Kenaikan harga BBM di Yordania memang cukup besar. Pemerintah mematok kenaikan hingga 50 persen untuk gas tabung yang biasa digunakan untuk memasak. Sedangkan kenaikan solar dan minyak tanah mencapai 33 persen. Untuk bensin, pemerintah Yordania menerapkan kenaikan 14 persen.
(esn)