Iran berharap P5+1 mau lanjutkan pembicaraan nuklir
Jum'at, 16 November 2012 - 18:19 WIB
Iran berharap P5+1 mau lanjutkan pembicaraan nuklir
A
A
A
Sindonews.com - Kepala negosiator nuklir Iran, Saeed Jalili, menyatakan harapannya bahwa enam negara yang dijuluki P5 +1 mau melanjutkan pembicaraan nuklir dengan republik Islam Iran. Negara-negara yang tergabung dengan P5 +1 adalah China, Prancis, Rusia, Jerman, dan Amerika Serikat, plus Jerman.
"Republik Islam Iran berharap bahwa P5 +1 akan kembali ke meja perundingan di awal," ujar Jalili sebagaimana dikutip dalam pertemuan dengan Wakil Menlu Rusia Sergei Ryabkov di Teheran, Rabu (14/11/2012).
Jalili, yang juga sekretaris Tertinggi Dewan Keamanan Nasional Iran (SNSC), menyatakan harapan bahwa P5 +1 akan memberi respon dengan mengakui hak nuklir negara itu.
Awal bulan ini, sebuah laporan menyebut kalau negosiator dari P5+1 telah menjadwalkan pertemuan pada 21 November di Brussel, Belgia untuk membahas isu nuklir Iran. Pertemuan di Brussel ini akan menjadi awal dimulainya kembali kemungkinan pembicaraan antara Iran dan P5 +1 awal tahun depan.
Hingga kini, AS dan sekutunya menuduh Iran telah diam-diam mengembangkan senjata nuklir di bawah samaran kepentingan sipil. Tuduhan ini selalu dibantah oleh Teheran. Iran meyakinkan dunia, kalau pengembangan nuklir yang mereka lakukan adalah untuk kepentingan sipil.
"Republik Islam Iran berharap bahwa P5 +1 akan kembali ke meja perundingan di awal," ujar Jalili sebagaimana dikutip dalam pertemuan dengan Wakil Menlu Rusia Sergei Ryabkov di Teheran, Rabu (14/11/2012).
Jalili, yang juga sekretaris Tertinggi Dewan Keamanan Nasional Iran (SNSC), menyatakan harapan bahwa P5 +1 akan memberi respon dengan mengakui hak nuklir negara itu.
Awal bulan ini, sebuah laporan menyebut kalau negosiator dari P5+1 telah menjadwalkan pertemuan pada 21 November di Brussel, Belgia untuk membahas isu nuklir Iran. Pertemuan di Brussel ini akan menjadi awal dimulainya kembali kemungkinan pembicaraan antara Iran dan P5 +1 awal tahun depan.
Hingga kini, AS dan sekutunya menuduh Iran telah diam-diam mengembangkan senjata nuklir di bawah samaran kepentingan sipil. Tuduhan ini selalu dibantah oleh Teheran. Iran meyakinkan dunia, kalau pengembangan nuklir yang mereka lakukan adalah untuk kepentingan sipil.
(esn)