Kunjungan PM Mesir ke Gaza diwarnai terjangan Rudal
Jum'at, 16 November 2012 - 17:29 WIB
Kunjungan PM Mesir ke Gaza diwarnai terjangan Rudal
A
A
A
Sindonews.com - Kunjungan Perdana Menteri Mesir, Hesham Kandil ke wilayah Gaza, ternyata tak menghentikan aksi saling serang atara militer Israel dan militan Palestina. Puluhan roket terus berterbangan dari Gaza ke wilayah Israel dan sebaliknya, pada Jumat (16/11/2012)pagi.
Pasukan pertahanan Isreal (IDF), yang sebelumnya sepakat untuk menghentikan serangan selama kunjungan Kandil, hanya mampu menahan diri selama tiga jam.
"Jet tempur Israel kembali mengudara untuk menanggapi serangan roket. Dua warga Palestina kembali tewas akibat serangan udara Israel di Gaza," ungkap sumber Hamas, seperti diberitakan dalam Jpost, Jumat (16/11/2012).
Ditambahkan, sebuah rumah milik komandan Hamas di wilayah selatan Gaza, juga hancur setelah dterjang roket dari jet tempur Israel.
Menanggapi serangan tersebut, jubir PM Israel, Ofir Gendelman dalam akun twitter-nya menuding Hamas tak memiliki etika. "Hamas tidak menghormati kunjungan PM Mesir ke Gaza dan melanggar gencatan senjata sementara selama kunjungan," tulis Gendelman.
Kedatangan Kandil dan sejumlah pejabat Mesir disambut oleh Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniyeh. Setibanya rombongan pejabat Mesir itu di Gaza, Haniyeh yang bersembunyi setelah komandan Hamas, Ahmed al-Jaabari tewas, akhirnya mau menampakan diri. Ia pun menemani rombongan tersebut berkunjung ke rumah sakit di Gaza.
"Saya mengecam serangan Israel di wilayah Palestina dan saya akan mencoba mengupayakan gencata senjata di antara kedua belah pihak yang bertikai," ungkap Kandil.
Seperti diketahu sebelumnya, Hamas sempat kecewa dengan Mesir, karena Mesir hanya memberikan tanggapan ringan atas serangan yang telah berlangsung hampir sepekan ini. Sebenarnya, sejumlah pejabat Hamas mengharapkan Presiden Mesir Mohamed Morsi untuk mengambil sikap lebih keras terhadap konflik ini.
Pasukan pertahanan Isreal (IDF), yang sebelumnya sepakat untuk menghentikan serangan selama kunjungan Kandil, hanya mampu menahan diri selama tiga jam.
"Jet tempur Israel kembali mengudara untuk menanggapi serangan roket. Dua warga Palestina kembali tewas akibat serangan udara Israel di Gaza," ungkap sumber Hamas, seperti diberitakan dalam Jpost, Jumat (16/11/2012).
Ditambahkan, sebuah rumah milik komandan Hamas di wilayah selatan Gaza, juga hancur setelah dterjang roket dari jet tempur Israel.
Menanggapi serangan tersebut, jubir PM Israel, Ofir Gendelman dalam akun twitter-nya menuding Hamas tak memiliki etika. "Hamas tidak menghormati kunjungan PM Mesir ke Gaza dan melanggar gencatan senjata sementara selama kunjungan," tulis Gendelman.
Kedatangan Kandil dan sejumlah pejabat Mesir disambut oleh Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniyeh. Setibanya rombongan pejabat Mesir itu di Gaza, Haniyeh yang bersembunyi setelah komandan Hamas, Ahmed al-Jaabari tewas, akhirnya mau menampakan diri. Ia pun menemani rombongan tersebut berkunjung ke rumah sakit di Gaza.
"Saya mengecam serangan Israel di wilayah Palestina dan saya akan mencoba mengupayakan gencata senjata di antara kedua belah pihak yang bertikai," ungkap Kandil.
Seperti diketahu sebelumnya, Hamas sempat kecewa dengan Mesir, karena Mesir hanya memberikan tanggapan ringan atas serangan yang telah berlangsung hampir sepekan ini. Sebenarnya, sejumlah pejabat Hamas mengharapkan Presiden Mesir Mohamed Morsi untuk mengambil sikap lebih keras terhadap konflik ini.
(esn)