Taliban tertawakan skandal perselingkuhan Petraeus
Jum'at, 16 November 2012 - 16:17 WIB
Taliban tertawakan skandal perselingkuhan Petraeus
A
A
A
Sindonews.com - Beberapa hari setelah David Petraeus mundur dari jabatannya sebagai Direktur CIA akibat kasus perselingkuhan dengan penulis biografinya, Paula Broadwell, salah satu musuh utama Amerika Serikat, Taliban, mentertawakan hal ini.
“Apa yang terjadi? Tapi, semua orang Amerika adalah sama, itu bukan hal baru, " kata seorang pejabat Taliban yang tak disebutkan namanya pada kantor berita AFP, Jumat (16/11/2012).
Petraeus memang sempat jadi musuh utama Taliban. Sebab, ia pernah menjabat sebagai Kepala Pasukan AS dan internasional di Afghanistan sejak 2010 hingga 2011.
Menurut hukum Pashtun, etnis mayoritas di Taliban, hukuman berat harus ditimpakan pada Petraeus, karena telah melakukan perzinahan. "Dari sudut pandang Pashtun, Petraeus harus ditembak oleh kerabat dari keluarga istrinya," lanjut pejabat Taliban itu.
Masih ada lagi hukuman yang pantas bagi Petraeus, yakni dirajam. "Dari sudut pandang syariah, ia harus dilempari batu sampai mati," tambah si pejabat Taliban.
Menurut Taliban, apa yang dilakukan Petraeus adalah hal yang lazim dilakukan masyarakat Barat. "Ini cukup normal bagi orang Amerika dan orang-orang Barat untuk berperilaku seperti ini. Mereka hidup dalam masyarakat seks bebas, di mana tidak ada yang peduli hal semacam ini. Jadi, apa yang Anda harapkan? " lanjut pernyataan itu.
“Apa yang terjadi? Tapi, semua orang Amerika adalah sama, itu bukan hal baru, " kata seorang pejabat Taliban yang tak disebutkan namanya pada kantor berita AFP, Jumat (16/11/2012).
Petraeus memang sempat jadi musuh utama Taliban. Sebab, ia pernah menjabat sebagai Kepala Pasukan AS dan internasional di Afghanistan sejak 2010 hingga 2011.
Menurut hukum Pashtun, etnis mayoritas di Taliban, hukuman berat harus ditimpakan pada Petraeus, karena telah melakukan perzinahan. "Dari sudut pandang Pashtun, Petraeus harus ditembak oleh kerabat dari keluarga istrinya," lanjut pejabat Taliban itu.
Masih ada lagi hukuman yang pantas bagi Petraeus, yakni dirajam. "Dari sudut pandang syariah, ia harus dilempari batu sampai mati," tambah si pejabat Taliban.
Menurut Taliban, apa yang dilakukan Petraeus adalah hal yang lazim dilakukan masyarakat Barat. "Ini cukup normal bagi orang Amerika dan orang-orang Barat untuk berperilaku seperti ini. Mereka hidup dalam masyarakat seks bebas, di mana tidak ada yang peduli hal semacam ini. Jadi, apa yang Anda harapkan? " lanjut pernyataan itu.
(esn)