CIA lakukan penyelidikan internal atas kasus Petraeus
Jum'at, 16 November 2012 - 16:07 WIB
CIA lakukan penyelidikan internal atas kasus Petraeus
A
A
A
Sindonews.com – CIA melakukan penyelidikan internal, menyusul pengunduran diri David Petraeus dari kursi Direktur CIA. Petraeus mengundurkan diri setelah mengakui perselingkuhannya dengan seorang penulis biografinya, Paula Broadwell, pekan lalu.
"CIA terus meninjau kinerja diri sendiri. Jika ada pelajaran yang bisa diambil dari kasus ini, kami akan menggunakannya untuk meningkatkan diri," kata Juru Bicara CIA Preston Golson, Kamis (15/11/2012), seperti dikutip the star.
"Tapi, kami tidak menempatkan posisi di depan diri sendiri. Sebuah penyelidikan adalah eksplorasi dan tidak mensyaratkan hasil tertentu," lanjut pernyataan itu.
Skandal Petraeus ini kian meluas dan menyeret sejumlah nama. Salah satunya adalah Komandan tertinggi militer AS di Afghanistan, John Allen. Karena terseret kasus ini, Allen pun kini berada dalam penyelidikan.
Agen-agen FBI yang mengusut kasus ini telah melakukan penggeledahan di rumah Broadwell. Namun, Jaksa Agung AS, Eric Holder mengatakan, bahwa FBI tidak menemukan hal-hal yang berkaitan dengan "ancaman keamanan nasional" dalam proses penyelidikan.
Petraeus belum berbicara secara terbuka, tapi ia mengatakan kepada seorang teman, bahwa skandal perselingkuhannya itu tidak berhubungan dengan serangan Konsulat AS di Benghazi, Libya, September silam. Petraeus menjamin, ia tidak pernah mengirim dokumen rahasia negara untuk kekasihnya.
"Dia telah menegaskan kepada saya, bahwa dia tidak pernah memberikan informasi rahasia kepada Paula Broadwell. Dia mengatakan, hal ini tidak ada hubungannya dengan Benghazi dan dia ingin bersaksi,” jelas Holder.
"CIA terus meninjau kinerja diri sendiri. Jika ada pelajaran yang bisa diambil dari kasus ini, kami akan menggunakannya untuk meningkatkan diri," kata Juru Bicara CIA Preston Golson, Kamis (15/11/2012), seperti dikutip the star.
"Tapi, kami tidak menempatkan posisi di depan diri sendiri. Sebuah penyelidikan adalah eksplorasi dan tidak mensyaratkan hasil tertentu," lanjut pernyataan itu.
Skandal Petraeus ini kian meluas dan menyeret sejumlah nama. Salah satunya adalah Komandan tertinggi militer AS di Afghanistan, John Allen. Karena terseret kasus ini, Allen pun kini berada dalam penyelidikan.
Agen-agen FBI yang mengusut kasus ini telah melakukan penggeledahan di rumah Broadwell. Namun, Jaksa Agung AS, Eric Holder mengatakan, bahwa FBI tidak menemukan hal-hal yang berkaitan dengan "ancaman keamanan nasional" dalam proses penyelidikan.
Petraeus belum berbicara secara terbuka, tapi ia mengatakan kepada seorang teman, bahwa skandal perselingkuhannya itu tidak berhubungan dengan serangan Konsulat AS di Benghazi, Libya, September silam. Petraeus menjamin, ia tidak pernah mengirim dokumen rahasia negara untuk kekasihnya.
"Dia telah menegaskan kepada saya, bahwa dia tidak pernah memberikan informasi rahasia kepada Paula Broadwell. Dia mengatakan, hal ini tidak ada hubungannya dengan Benghazi dan dia ingin bersaksi,” jelas Holder.
(esn)