7 pelaku terkait kematian bloger Iran ditangkap
Kamis, 15 November 2012 - 17:48 WIB
7 pelaku terkait kematian bloger Iran ditangkap
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Iran menangkap tujuh orang pelaku yang diduga terkait dengan kematian Sattar Beheshti (35), seorang bloger Iran yang tewas dalam tahanan polisi.
"Tujuh orang yang diduga terkait dengan kematian, Sattar Beheshti (35) telah ditahan oleh pengadilan militer," ungkap Mohammad Hassan Asfari, seorang anggota Komite Keamanan Parlemen Nasional Iran seperti dilansir dalam IRNA, Kamis (15/11/2012).
Asfari tidak merinci nama para tersangka dan tidak mengidentifikasikan kemungkinan mereka terlibat dalam kematian. Ditambahkan, belum ada bukti pelanggaran yang dilakukan oleh pihak kepolisian atau penjaga penjara.
"Sejauh ini belum ada bukti yang mengidentifikasikan pembunuhan atau pemukulan yang menyebabkan tewasnya bloger tersebut," ungkap Asfari.
Senin (12/11/2012) lalu, juru bicara ahli forensik pengadilan Gholam Hossein Mohseni-Ejei menemukan lima bekas luka memar di kaki, punggung dan paha.
Sementara itu, Jaksa Abbas Jafari-Dowlatabadi pada Selasa (13/11/2012) lalu berharap proses penyidikan kematian brloger yang menimbulkan kecamam dunia internasional ini akan selesai dalam waktu 10 hari.
Beheshti ditangkap di rumahnya pada 30 Oktober lalu. Sebelum ditangkap, Baheshti telah menerima ancaman pembunuhan akibat blog-nya yang memuat seruan anti pemerintah. “Kemungkinan ia meninggal dalam tahanan akibat penyiksaan,” sebut sebuah pernyataan kelompok HAM, Amnesty International.
Sehari sebelum penangkapannya, Beheshti mengaku kalau ia telah diancam akan dibunuh. "Mereka mengirimi saya pesan yang mengatakan, 'Katakan pada ibumu, dia akan segera mengenakan busana hitam karena Anda tidak menutup mulut besar Anda," lanjut pernyataan Amnesty International.
Usai penangkapan Beheshti, pihak keluarga masih bisa memberikan keterangan pada beberapa kelompok HAM dan media massa. Tapi sejak pertengahan pekan lalu, keluarga Behesthi tak lagi bisa dihubungi. Ada dugaan, keluarga Beheshti telah diperintahkan oleh otoritas untuk tetap diam .
"Tujuh orang yang diduga terkait dengan kematian, Sattar Beheshti (35) telah ditahan oleh pengadilan militer," ungkap Mohammad Hassan Asfari, seorang anggota Komite Keamanan Parlemen Nasional Iran seperti dilansir dalam IRNA, Kamis (15/11/2012).
Asfari tidak merinci nama para tersangka dan tidak mengidentifikasikan kemungkinan mereka terlibat dalam kematian. Ditambahkan, belum ada bukti pelanggaran yang dilakukan oleh pihak kepolisian atau penjaga penjara.
"Sejauh ini belum ada bukti yang mengidentifikasikan pembunuhan atau pemukulan yang menyebabkan tewasnya bloger tersebut," ungkap Asfari.
Senin (12/11/2012) lalu, juru bicara ahli forensik pengadilan Gholam Hossein Mohseni-Ejei menemukan lima bekas luka memar di kaki, punggung dan paha.
Sementara itu, Jaksa Abbas Jafari-Dowlatabadi pada Selasa (13/11/2012) lalu berharap proses penyidikan kematian brloger yang menimbulkan kecamam dunia internasional ini akan selesai dalam waktu 10 hari.
Beheshti ditangkap di rumahnya pada 30 Oktober lalu. Sebelum ditangkap, Baheshti telah menerima ancaman pembunuhan akibat blog-nya yang memuat seruan anti pemerintah. “Kemungkinan ia meninggal dalam tahanan akibat penyiksaan,” sebut sebuah pernyataan kelompok HAM, Amnesty International.
Sehari sebelum penangkapannya, Beheshti mengaku kalau ia telah diancam akan dibunuh. "Mereka mengirimi saya pesan yang mengatakan, 'Katakan pada ibumu, dia akan segera mengenakan busana hitam karena Anda tidak menutup mulut besar Anda," lanjut pernyataan Amnesty International.
Usai penangkapan Beheshti, pihak keluarga masih bisa memberikan keterangan pada beberapa kelompok HAM dan media massa. Tapi sejak pertengahan pekan lalu, keluarga Behesthi tak lagi bisa dihubungi. Ada dugaan, keluarga Beheshti telah diperintahkan oleh otoritas untuk tetap diam .
(esn)