Rusuh di penjara Sri Langka, 27 narapidana tewas
Sabtu, 10 November 2012 - 16:28 WIB
Rusuh di penjara Sri Langka, 27 narapidana tewas
A
A
A
Sindonews.com - Bentrok antara penghuni penjara Welikada di Ibu Kota Kolombo, Sri Langka menewaskan 27 orang, Jumat (9/11/2012) malam waktu setempat.
Bentrok dimulai saat para sipir melakukan razia senjata ilegal dari dalam penjara. Seorang narapidana tiba-tiba melepaskan sebuah tembakan. Para petugas sipir terpaksa melepaskan tembakan guna menghalau para narapidana yang mencoba melarikan diri ditengah situasi keamanan yang mendadak kacau.
Beberapa dari tahanan sempat naik ke atap penjara dan sambil melambaikan senjata. Guna mengamankan situasi di luar penjara, sipir meminta bantuan militer untuk memblokir wilayah di sekitar penjara.
Direktur Rumah Sakit Nasional di Kolombo, Anil Jasinghe mengatakan 16 orang dilaporkan tewas di dalam penjara, 11 orang lainya tewas setelah dilarikan kerumah sakit. Sementara itu, puluhan tahanan menderita luka-luka dalam brok tersebut.
Situasi di dalam penjara mulai terkendali saat para petugas sipir melepaskan tembakan gas air mata. Para sipir kemudian menyita sejumlah senjata dari para tahanan dan membebaskan para petugas yang disandra.
Otoritas penjara mengatakan situasi dalam penjara saat ini sudah dapat dikendalikan, namun petugas masih mencari beberapa tahanan yang melarikan diri.
Wartawan BBC di Sri Lanka, Charles Haviland mengatakan kondisi penjara Welikada seperti kebanyakan penjara. Penghuni penjara tersebut, melebihi kapasitas tampung, tercatat 4000 orang menghuni penjara tersebut.
Bentrok antara para tahanan ini bukan yang pertama kali, 2010 lalu lebih dari 50 polisi terluka saat berusaha merazia ponsel dari tangan para penghuni penjara Welikada.
Bentrok dimulai saat para sipir melakukan razia senjata ilegal dari dalam penjara. Seorang narapidana tiba-tiba melepaskan sebuah tembakan. Para petugas sipir terpaksa melepaskan tembakan guna menghalau para narapidana yang mencoba melarikan diri ditengah situasi keamanan yang mendadak kacau.
Beberapa dari tahanan sempat naik ke atap penjara dan sambil melambaikan senjata. Guna mengamankan situasi di luar penjara, sipir meminta bantuan militer untuk memblokir wilayah di sekitar penjara.
Direktur Rumah Sakit Nasional di Kolombo, Anil Jasinghe mengatakan 16 orang dilaporkan tewas di dalam penjara, 11 orang lainya tewas setelah dilarikan kerumah sakit. Sementara itu, puluhan tahanan menderita luka-luka dalam brok tersebut.
Situasi di dalam penjara mulai terkendali saat para petugas sipir melepaskan tembakan gas air mata. Para sipir kemudian menyita sejumlah senjata dari para tahanan dan membebaskan para petugas yang disandra.
Otoritas penjara mengatakan situasi dalam penjara saat ini sudah dapat dikendalikan, namun petugas masih mencari beberapa tahanan yang melarikan diri.
Wartawan BBC di Sri Lanka, Charles Haviland mengatakan kondisi penjara Welikada seperti kebanyakan penjara. Penghuni penjara tersebut, melebihi kapasitas tampung, tercatat 4000 orang menghuni penjara tersebut.
Bentrok antara para tahanan ini bukan yang pertama kali, 2010 lalu lebih dari 50 polisi terluka saat berusaha merazia ponsel dari tangan para penghuni penjara Welikada.
(esn)