Ahmadinejad ingin gelar perundingan langsung dengan AS
Jum'at, 09 November 2012 - 11:45 WIB
Ahmadinejad ingin gelar perundingan langsung dengan AS
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan semua masalah yang berkaitan dengan nuklir Iran harus dibicarakan langsung dengan Amerika Serikat (AS).
Amerika Serikat, Israel dan beberapa sekutu mereka selalu menuduh Iran mengejar tujuan non-sipi dalam pengembangan program energi nuklirnya. Namun, Iran beralasan bahwa ia berhak untuk mengembangkan dan memperoleh teknologi nuklir untuk tujuan damai.
"Kami percaya akan hubungan persahabatan antara masyarakat dan pemerintah Iran didasarkan pada keadilan dan sikap saling menghormati," ungkap Ahmadinejad saat mengomentari pembicaraan dengan AS Seperti dilansir dalam IRNA, Jumat (9/11/2012).
Ahmadinejad juga kembali menegaskan bahwa semua fasilitas nuklir Iran akan selaku terbuka bagi tim pemantau internasional.
"Setiap perwakilan resmi negara-negara lain dapat memeriksa fasilitas nuklir Iran, karena fasilitas pengayaan nuklir Iran akan selalu terbuka bagi pintu media Internasional," terang Ahmadinejad.
Menanggapi tindaklanjut hubungan antara AS dengan Iran, Ahmadinejad mengatakan diperlukan sebuah penyelidikan untuk menentukan siapa dan mengapa hubungan tersebut terputus 33 tahun yang lalu.
Seperti diketahui AS dan Iran tidak lagi menjalin hubungan diplomatik sejak April 1980. Hubungan diplomatik itu diputuskan oleh AS lima bulan pasca mahasiswa radikal Iran mengambil alih kantor Kedutaan Besar AS di Teheran, kemudian menyandra 52 diplomat AS selama 444 hari.
Amerika Serikat, Israel dan beberapa sekutu mereka selalu menuduh Iran mengejar tujuan non-sipi dalam pengembangan program energi nuklirnya. Namun, Iran beralasan bahwa ia berhak untuk mengembangkan dan memperoleh teknologi nuklir untuk tujuan damai.
"Kami percaya akan hubungan persahabatan antara masyarakat dan pemerintah Iran didasarkan pada keadilan dan sikap saling menghormati," ungkap Ahmadinejad saat mengomentari pembicaraan dengan AS Seperti dilansir dalam IRNA, Jumat (9/11/2012).
Ahmadinejad juga kembali menegaskan bahwa semua fasilitas nuklir Iran akan selaku terbuka bagi tim pemantau internasional.
"Setiap perwakilan resmi negara-negara lain dapat memeriksa fasilitas nuklir Iran, karena fasilitas pengayaan nuklir Iran akan selalu terbuka bagi pintu media Internasional," terang Ahmadinejad.
Menanggapi tindaklanjut hubungan antara AS dengan Iran, Ahmadinejad mengatakan diperlukan sebuah penyelidikan untuk menentukan siapa dan mengapa hubungan tersebut terputus 33 tahun yang lalu.
Seperti diketahui AS dan Iran tidak lagi menjalin hubungan diplomatik sejak April 1980. Hubungan diplomatik itu diputuskan oleh AS lima bulan pasca mahasiswa radikal Iran mengambil alih kantor Kedutaan Besar AS di Teheran, kemudian menyandra 52 diplomat AS selama 444 hari.
(esn)