Tiga bom meledak di Afghanistan, 18 tewas
Kamis, 08 November 2012 - 19:46 WIB
Tiga bom meledak di Afghanistan, 18 tewas
A
A
A
Sindonews.com - Tiga buah bom meledak di tiga lokasi berbeda, menewaskan sedikitnya 18 orang di Afghanistan, Kamis (8/11/2012).
Juru bicara Kepolisian Helmand, Farhid Ahmad Farhang, mengatakan, sebuah bom yang ditanam di pinggir jalan menewaskan 10 orang yang tengah berada dalam sebuah mobil yang hendak menuju lokasi pernikahan di Distrik Musa Qala, Provinsi Helmand.
Seperti dilansir dari the Star, Kamis (8/11/2012), bom lainya meledak di Provinsi Laghman. Juru Bicara Gubenur Laghman, mengatakan, sebuah bom yang ditanam di pinggrir jalan meledak dan menewaskan lima orang tentara.
Serangan bom juga dilakukan seorang pengendara sepeda motor. Pemerintah Kandahar mengatakan, pengendara sepeda motor itu meledak usai menabrakan motor yang ia kendarai ke sebuah kantor polisi.
Akibat ledakan tersebut, tiga orang petugas kepolisian dilaporkan tewas. Sementara empat orang lainya menderita luka-luka.
Petugas mengatakan, serangan bom pasca hari raya Idul Adha terus meningkat. Aksi kekerasan meluas di seluruh Afghanistan pasca pemerintah Afghanistan dan Amerika Serikat sepakat menarik mundur semua pasukan penjaga perdamaian pada tahun 2014 mendatang.
Juru bicara Kepolisian Helmand, Farhid Ahmad Farhang, mengatakan, sebuah bom yang ditanam di pinggir jalan menewaskan 10 orang yang tengah berada dalam sebuah mobil yang hendak menuju lokasi pernikahan di Distrik Musa Qala, Provinsi Helmand.
Seperti dilansir dari the Star, Kamis (8/11/2012), bom lainya meledak di Provinsi Laghman. Juru Bicara Gubenur Laghman, mengatakan, sebuah bom yang ditanam di pinggrir jalan meledak dan menewaskan lima orang tentara.
Serangan bom juga dilakukan seorang pengendara sepeda motor. Pemerintah Kandahar mengatakan, pengendara sepeda motor itu meledak usai menabrakan motor yang ia kendarai ke sebuah kantor polisi.
Akibat ledakan tersebut, tiga orang petugas kepolisian dilaporkan tewas. Sementara empat orang lainya menderita luka-luka.
Petugas mengatakan, serangan bom pasca hari raya Idul Adha terus meningkat. Aksi kekerasan meluas di seluruh Afghanistan pasca pemerintah Afghanistan dan Amerika Serikat sepakat menarik mundur semua pasukan penjaga perdamaian pada tahun 2014 mendatang.
(esn)