Timur Tengah berharap sikap tegas Obama
Kamis, 08 November 2012 - 15:58 WIB
Timur Tengah berharap sikap tegas Obama
A
A
A
Sindonews.com – Terpilihnya kembali Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), menimbulkan harapan bagi pihak-pihak yang hingga kini masih bertikai di Timur Tengah.
Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, selain mengucapkan selamat pada Obama, juga menyampaikan harapannya. “Kami harap Obama akan melanjutkan upaya-upaya untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah,” ujar Abbas.
Kepala perunding PLO, Saeb Erekat, menyatakan sentimen yang sama. “Kami berharap Obama akan menekankan perdamaian dan stabilitas permanen di kawasan ini selama masa jabatan kedua, dengan mendorong solusi dua negara berdasarkan perbatasan tahun 1967,” ujar Erekat seperti dikutip dari kantor berita Palestina, Wafa.
Erekat juga menyerukan agar Obama mendukung upaya Palestina untuk mendapatkan status negara non-anggota di PBB. Selain itu, Erekat juga berharap Obama menekan Israel untuk menghentikan perluasan pemukiman Yahudi di Tepi Barat.
"Kami berharap Obama bisa menghentikan pembangunan permukiman Yahudi dan tidak menghentikan upaya Palestina untuk mendapatkan status negara non anggota di PBB. Status ini akan melindungi proses perdamaian dan solusi bagi konflik Palestina-Israel,” lanjut Erekat.
Sementara salah satu faksi di Palestina, Hamas, mengaku akan menunggu apakah ada perubahan positif dalam kebijakan yang diambil Obama pada masa pemerintahan keduanya ini. “Kami berharap Obama memiliki komitmen untuk hak-hak Palestina dan menghentikan kebijakan dengan standar ganda terhadap Israel,” ujar Juru Bicara Hamas, Taher al-Nunu.
Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, selain mengucapkan selamat pada Obama, juga menyampaikan harapannya. “Kami harap Obama akan melanjutkan upaya-upaya untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah,” ujar Abbas.
Kepala perunding PLO, Saeb Erekat, menyatakan sentimen yang sama. “Kami berharap Obama akan menekankan perdamaian dan stabilitas permanen di kawasan ini selama masa jabatan kedua, dengan mendorong solusi dua negara berdasarkan perbatasan tahun 1967,” ujar Erekat seperti dikutip dari kantor berita Palestina, Wafa.
Erekat juga menyerukan agar Obama mendukung upaya Palestina untuk mendapatkan status negara non-anggota di PBB. Selain itu, Erekat juga berharap Obama menekan Israel untuk menghentikan perluasan pemukiman Yahudi di Tepi Barat.
"Kami berharap Obama bisa menghentikan pembangunan permukiman Yahudi dan tidak menghentikan upaya Palestina untuk mendapatkan status negara non anggota di PBB. Status ini akan melindungi proses perdamaian dan solusi bagi konflik Palestina-Israel,” lanjut Erekat.
Sementara salah satu faksi di Palestina, Hamas, mengaku akan menunggu apakah ada perubahan positif dalam kebijakan yang diambil Obama pada masa pemerintahan keduanya ini. “Kami berharap Obama memiliki komitmen untuk hak-hak Palestina dan menghentikan kebijakan dengan standar ganda terhadap Israel,” ujar Juru Bicara Hamas, Taher al-Nunu.
(esn)