Besok, Presiden SBY akan buka BDF di Bali
Rabu, 07 November 2012 - 18:04 WIB
Besok, Presiden SBY akan buka BDF di Bali
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan membuka pertemuan demokrasi terbesar di Asia Pasifik, Bali Democracy Forum (BDF) di Nusa Dua, Bali, Kamis (8/11). Perhelatan akbar itu akan dihadiri 11 pemimpin dunia dan 1.243 delegasi dari 76 negara dan organisasi internasional.
BDF kali ini mengambil tema besar “Advancing Democratic Principles at the Global Setting: How Democratic Global Governance Contributes to International Peace and Security, Economic Development and Effective Enjoyment of Human Rights”.
Sejumlah pemimpin negara akan hadir dalam even yang berlangsung selama dua hari itu. Mereka adalah Presiden Republik Korea, PM Australia, Sultan Brunei Darussalam, Presiden Afghanistan, Presiden Iran, PM Timor Leste, PM Turki, PM Thailand, PM Papua Nugini, Wakil PM Singapura, dan Wakil PM Nepal.
Acara itu juga akan dihadiri 24 Menlu asing, Komisioner HAM PBB Navanethem Pillay dan Anggota Kongres AS, Jim Mc Dermott.
Sementara itu, Menlu RI, Marty M. Natalegawa akan memimpin debat umum yang akan dihadiri oleh sejumlah Menteri Luar Negeri di Forum BDF. Di sela-sela BDF, Presiden RI dan Menlu akan melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan sejumlah mitra internasional.
Forum demokrasi antar negara-negara ini juga tak luput dari sorotan media. Menurut Direktur Informasi dan Media Kemlu, PLE Priatna, hingga siang ini tercatat 315 insan media telah mendaftar untuk meliput pertemuan BDF.
“Besarnya delegasi dan media menunjukkan bahwa semakin relevannya forum ini bagi negara-negara di kawasan. Dari sini kita melihat pertemuan ini tidak hanya masih diminati, tapi juga penting dan relevan bagi negara peserta,” ungkap Priatna.
BDF edisi pertama hanya dihadiri oleh empat Kepala Negara /Pemerintahan dari 32 negara dan 8 peninjau. BDF II (2009) dihadiri 35 negara dan 13 peninjau. BDF III (2010) dihadiri 44 negara partisipan dan 27 peninjau. Sedangkan tahun lalu, BDF dihadiri 7 Kepala Negara/Pemerintahan dari 40 negara partisipan dan 45 peninjau.
BDF kali ini mengambil tema besar “Advancing Democratic Principles at the Global Setting: How Democratic Global Governance Contributes to International Peace and Security, Economic Development and Effective Enjoyment of Human Rights”.
Sejumlah pemimpin negara akan hadir dalam even yang berlangsung selama dua hari itu. Mereka adalah Presiden Republik Korea, PM Australia, Sultan Brunei Darussalam, Presiden Afghanistan, Presiden Iran, PM Timor Leste, PM Turki, PM Thailand, PM Papua Nugini, Wakil PM Singapura, dan Wakil PM Nepal.
Acara itu juga akan dihadiri 24 Menlu asing, Komisioner HAM PBB Navanethem Pillay dan Anggota Kongres AS, Jim Mc Dermott.
Sementara itu, Menlu RI, Marty M. Natalegawa akan memimpin debat umum yang akan dihadiri oleh sejumlah Menteri Luar Negeri di Forum BDF. Di sela-sela BDF, Presiden RI dan Menlu akan melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan sejumlah mitra internasional.
Forum demokrasi antar negara-negara ini juga tak luput dari sorotan media. Menurut Direktur Informasi dan Media Kemlu, PLE Priatna, hingga siang ini tercatat 315 insan media telah mendaftar untuk meliput pertemuan BDF.
“Besarnya delegasi dan media menunjukkan bahwa semakin relevannya forum ini bagi negara-negara di kawasan. Dari sini kita melihat pertemuan ini tidak hanya masih diminati, tapi juga penting dan relevan bagi negara peserta,” ungkap Priatna.
BDF edisi pertama hanya dihadiri oleh empat Kepala Negara /Pemerintahan dari 32 negara dan 8 peninjau. BDF II (2009) dihadiri 35 negara dan 13 peninjau. BDF III (2010) dihadiri 44 negara partisipan dan 27 peninjau. Sedangkan tahun lalu, BDF dihadiri 7 Kepala Negara/Pemerintahan dari 40 negara partisipan dan 45 peninjau.
(esn)