Terpilihnya kembali Obama tidak berpengaruh untuk Indonesia
Rabu, 07 November 2012 - 15:31 WIB
Terpilihnya kembali Obama tidak berpengaruh untuk Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Komisi I DPR RI yang membidangi luar negeri, Mahfudz Siddiq, mengatakan, terpilihnya kembali Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap Indonesia.
"Kemenangan Obama tidak akan memberikan pengaruh besar bagi Indonesia," ujar Mahfudz, saat dihubungi wartawan, Rabu (7/11/2012).
Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS ini menambahkan, kebijakan politik Obama selama memimpin AS, tidak memiliki signifikansi bagi Indonesia. Hal itu dinilainya tidak sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia saat pertama kali Obama mencalonkan diri sebagai Presiden.
"Secara umum kebijakan politik luar negeri AS masih tetap. Perhatian lebih terhadap Indonesia adalah konsekuensi dari orientasi AS yang mulai mengalihkan fokus ke Asia Timur atau Asia Pasifik," ujarnya.
Selain itu, menurut Mahfudz, isu besar kampanye Obama yang lebih fokus ke urusan dalam negerinya sendiri, kian memperjelas kalau terpilihnya kembali Obama tak akan memberikan dampak kepada Indonesia.
"Terbukti, saat AS turun peringkat, dari 10 besar ke nomor 12 negara termakmur di dunia," pungkasnya.
"Kemenangan Obama tidak akan memberikan pengaruh besar bagi Indonesia," ujar Mahfudz, saat dihubungi wartawan, Rabu (7/11/2012).
Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS ini menambahkan, kebijakan politik Obama selama memimpin AS, tidak memiliki signifikansi bagi Indonesia. Hal itu dinilainya tidak sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia saat pertama kali Obama mencalonkan diri sebagai Presiden.
"Secara umum kebijakan politik luar negeri AS masih tetap. Perhatian lebih terhadap Indonesia adalah konsekuensi dari orientasi AS yang mulai mengalihkan fokus ke Asia Timur atau Asia Pasifik," ujarnya.
Selain itu, menurut Mahfudz, isu besar kampanye Obama yang lebih fokus ke urusan dalam negerinya sendiri, kian memperjelas kalau terpilihnya kembali Obama tak akan memberikan dampak kepada Indonesia.
"Terbukti, saat AS turun peringkat, dari 10 besar ke nomor 12 negara termakmur di dunia," pungkasnya.
(esn)