Bunuh 16 warga Afghanistan, Bales terancam hukuman mati

Selasa, 06 November 2012 - 16:32 WIB
Bunuh 16 warga Afghanistan,...
Bunuh 16 warga Afghanistan, Bales terancam hukuman mati
A A A
Sindonews.com - Militer Amerika Serikat (AS) menggelar sidang perdana atas sersan Robert Bales yang dituduh membunuh 16 warga Afghanistan. Peristiwa pembataian ini terjadi di Provinsi Kandahar, pertengahan Maret silam. Pengadilan atas Bales digelar di pangkalan militer gabungan Lewis-McChord, Washington.

Pengadilan militer AS menjatuhkan hukuman mati pada Bales, jika dia terbukti bersalah atas 16 tuduhan, diantaranya, enam tuduhan percobaan pembunuhan berencana, penyerangan dan penggunaan steroid.

Persidangan kali ini dilakukan untuk menentukan apakah pengadilan memiliki cukup bukti untuk menahan Bales. Pengadilan militer menuduh Bales meninggalkan pangkalan militer AS yang terletak di Distrik, Panjwai, Provinsi Kandahar tengah malam dan melepaskan sejumlah tembakan ke dua rumah yang berbeda.

dalam sidang pertama, Jaksa Morse akan mebacakan sejumlah bukti kejahatan yang dilakukan oleh Bales. "Sebelum melancarkan aksinya, terdakwa lebih dahulu menegak minuman keras. Tindakan tersebut menjelaskan bahwa aksi Bales secara medis dilakukan tidak secara sengaja," ungkap Morse, seperti dilansir dalam BBC.co.uk, Selasa (6/11/2012).

"Dalam melancarkan aksinya, terdakwa dipersenjatai senapan, pistol, dan pelontar granat," ungkap Morse.

Menanggapi tuduhan yang dibacakan oleh jaksa, Bales hanya tertunduk dan mendengarkan semua tuduhan.

Sementara itu, Karilyn (istri Bales) menggambarkan tuduhan yang dijatuhkan pengadilan terhadap suaminya sangatlah "luar biasa". "Tindakan semacam itu di luar dari semua karakter orang yang saya kenal dan kagumi," kata Karilyn.

Pengacara Bales, John Henry Browne, mengatakan, sidang dengar tuduhan ini sangat penting bagi semua pihak. "Apakah negara bisa membuktikan bahwa klien saya bersalah? Kami hanya bertugas membela diri dan tujuan kami adalah mendapatkan informasi sebanyak mungkin untuk menghadapi apa yang dibutuhkan dalam persidangan," terang Browne.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
26 menit yang lalu
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
1 jam yang lalu
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
2 jam yang lalu
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
3 jam yang lalu
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
4 jam yang lalu
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
5 jam yang lalu
Infografis
Keras! 5 Negara Ini...
Keras! 5 Negara Ini Terapkan Hukuman Mati untuk Koruptor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved