Berebut pengaruh di kampanye final
Selasa, 06 November 2012 - 13:20 WIB
Berebut pengaruh di kampanye final
A
A
A
Sindonews.com - Kedua calon presiden (capres) saling unjuk kekuatan di swing state (negara bagian dengan pemilih yang masih mengambang). Mereka ingin memastikan suara pemilih berpihak pada salah satu capres. Pertarungan akhir itu masih sengit karena para pengamat menjelaskan bahwa pemenang pemilu presiden kali ini ditentukan suara di swing state.
Obama menutup kampanye pada Senin (5/11) dengan mengunjungi tiga negara bagian sekaligus yakni Wisconsin, Ohio, dan Iowa. Dia ingin memastikan kubunya berhasil mendapatkan lebih dari 270 suara electoral, lembaga yang akan memilih presiden dan wakil presiden. Jika salah satu capres berhasil memperoleh 270 suara electoral, dia sudah memenangkan Gedung Putih.
Dalam sistem Pemilu AS, kandidat yang memenangkan 270 suara electoralbakal menang. Dalam jajak pendapat, Obama memimpin tipis di tiga negara bagian itu. Obama juga mendapatkan keuntungan tipis di delapan atau sembilan negarabagianyangmenjadilokasi pertarungan utama yang bakal menentukan pemenang pilpres.
Sementara itu,Romney mengunjungi negara bagian Florida dan Virginia,tempat dia berhasil memimpin tipis di atas Obama ataupun imbang.Negara bagian yang pasti dikunjunginya adalah Ohio,negara bagian yang paling kritis bagi kedua pesaing itu. Dalam beberapa jajak pendapat,Romney diprediksimemimpindi Virginia,New Hampshire,dan Ohio.
Hasil pemilu kali ini bakal memberikan berbagai dampak serius dalam permasalahan domestik maupun luar negeri. Isu kenaikan pajak, penanganan imigran ilegal, atau ambisi nuklir Iran menjadi bahan utama kampanye setiap capres. Imbangnya kekuatan antara Republik dan Demokrat di Kongres juga menjadikan pemilu presiden kali ini sangat menegangkan.
Demokrat menguasai mayoritas Senat dan Republik menguasai penuh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pada hari-hari akhir jelang pemilu,Obama dan Romney fokus pada para pendukung setianya dan memberikan jaminan bagi para pemilih yang belum menentukan pilihan. Kedua kandidat juga masih saling menyerang dan menjatuhkan.
Romney mengejek Obama yang gagal memberikan jaminan perubahan bagi pendukungnya.“ Dia (Obama) berjanji untuk melakukan sangat banyak, tetapi dia justru jatuh dan melakukan hal yang sangat sedikit,” kata Romney saat berkampanye di Cleveland, Ohio, pada Minggu (4/11) waktu setempat.
Saat berkampanye di Morrisville, Pennsylvania,Obama menebar optimisme.“Rakyat Amerika mengerti bahwa kita akan mengambil kembali Gedung Putih karena kita bakal menang di Pennsylvania,”katanya.
Tak mau kalah, Obama pun mengungkapkan laporan ekonomi yang menunjukkan kemajuan pasti ke arah yang lebih baik. Dia memastikan keberhasilan program ekonomi sebagai modal untuk melangkah kedua kalinya sebagai presiden untuk menyelesaikan sisa pekerjaannya.“Ini sebuah pilihan di antara dua versi Amerika,” kata Obama di Cincinnati, Ohio, dikutip Reuters.
Kampanye Obama di Cincinnati itu dimeriahkan oleh penyanyi ternama,Stevie Wonder. Sebelumnya Obama juga menggelar kampanye di Concord, New Hampshire.“Kita terlalu jauh untuk kembali ke belakang,” kata dia.
Obama berjanji bakal bekerja lintas partai untuk memecah kebuntuan politik di Washington. “Saya ingin semua pihak bekerja sama,” kata Obama. “Kita bukan lagi Demokrat dan Republikan. Kita adalah rakyat Amerika. Selama saya sebagai presiden, saya akan bekerja untuk siapa pun, bukan partai tertentu, demi memajukan negara ini.”
Kemudian kubu Demokrat menuding tim Romney menunjukkan sinyal keputusasaan pada menit-menit terakhir. Demokrat pun yakin bakal memenangkan pemilu presiden kali ini karena berhasil memimpin di negara bagian yang paling menentukan.
Hal sebaliknya diungkapkan kubu Partai Republik. Direktur Politik Republik Rich Beeson mengungkapkan,kampanye telah mencapai kesuksesan karena berhasil membujuk bukan hanya pendukung Republik.
Obama menutup kampanye pada Senin (5/11) dengan mengunjungi tiga negara bagian sekaligus yakni Wisconsin, Ohio, dan Iowa. Dia ingin memastikan kubunya berhasil mendapatkan lebih dari 270 suara electoral, lembaga yang akan memilih presiden dan wakil presiden. Jika salah satu capres berhasil memperoleh 270 suara electoral, dia sudah memenangkan Gedung Putih.
Dalam sistem Pemilu AS, kandidat yang memenangkan 270 suara electoralbakal menang. Dalam jajak pendapat, Obama memimpin tipis di tiga negara bagian itu. Obama juga mendapatkan keuntungan tipis di delapan atau sembilan negarabagianyangmenjadilokasi pertarungan utama yang bakal menentukan pemenang pilpres.
Sementara itu,Romney mengunjungi negara bagian Florida dan Virginia,tempat dia berhasil memimpin tipis di atas Obama ataupun imbang.Negara bagian yang pasti dikunjunginya adalah Ohio,negara bagian yang paling kritis bagi kedua pesaing itu. Dalam beberapa jajak pendapat,Romney diprediksimemimpindi Virginia,New Hampshire,dan Ohio.
Hasil pemilu kali ini bakal memberikan berbagai dampak serius dalam permasalahan domestik maupun luar negeri. Isu kenaikan pajak, penanganan imigran ilegal, atau ambisi nuklir Iran menjadi bahan utama kampanye setiap capres. Imbangnya kekuatan antara Republik dan Demokrat di Kongres juga menjadikan pemilu presiden kali ini sangat menegangkan.
Demokrat menguasai mayoritas Senat dan Republik menguasai penuh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pada hari-hari akhir jelang pemilu,Obama dan Romney fokus pada para pendukung setianya dan memberikan jaminan bagi para pemilih yang belum menentukan pilihan. Kedua kandidat juga masih saling menyerang dan menjatuhkan.
Romney mengejek Obama yang gagal memberikan jaminan perubahan bagi pendukungnya.“ Dia (Obama) berjanji untuk melakukan sangat banyak, tetapi dia justru jatuh dan melakukan hal yang sangat sedikit,” kata Romney saat berkampanye di Cleveland, Ohio, pada Minggu (4/11) waktu setempat.
Saat berkampanye di Morrisville, Pennsylvania,Obama menebar optimisme.“Rakyat Amerika mengerti bahwa kita akan mengambil kembali Gedung Putih karena kita bakal menang di Pennsylvania,”katanya.
Tak mau kalah, Obama pun mengungkapkan laporan ekonomi yang menunjukkan kemajuan pasti ke arah yang lebih baik. Dia memastikan keberhasilan program ekonomi sebagai modal untuk melangkah kedua kalinya sebagai presiden untuk menyelesaikan sisa pekerjaannya.“Ini sebuah pilihan di antara dua versi Amerika,” kata Obama di Cincinnati, Ohio, dikutip Reuters.
Kampanye Obama di Cincinnati itu dimeriahkan oleh penyanyi ternama,Stevie Wonder. Sebelumnya Obama juga menggelar kampanye di Concord, New Hampshire.“Kita terlalu jauh untuk kembali ke belakang,” kata dia.
Obama berjanji bakal bekerja lintas partai untuk memecah kebuntuan politik di Washington. “Saya ingin semua pihak bekerja sama,” kata Obama. “Kita bukan lagi Demokrat dan Republikan. Kita adalah rakyat Amerika. Selama saya sebagai presiden, saya akan bekerja untuk siapa pun, bukan partai tertentu, demi memajukan negara ini.”
Kemudian kubu Demokrat menuding tim Romney menunjukkan sinyal keputusasaan pada menit-menit terakhir. Demokrat pun yakin bakal memenangkan pemilu presiden kali ini karena berhasil memimpin di negara bagian yang paling menentukan.
Hal sebaliknya diungkapkan kubu Partai Republik. Direktur Politik Republik Rich Beeson mengungkapkan,kampanye telah mencapai kesuksesan karena berhasil membujuk bukan hanya pendukung Republik.
(esn)