Obama yakin, Romney percaya diri
Selasa, 06 November 2012 - 11:22 WIB
Obama yakin, Romney percaya diri
A
A
A
Sindonews.com - Incumbent Barack Obama diperkirakan menang tipis pada Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS). Namun, Mitt Romney percaya hasil polling itu masih bisa bergeser jika para pemilih mengubah dukungannya di detik-detik terakhir pemungutan suara.
Berbagai hasil jajak pendapat tidak dapat dipungkiri tetap mengunggulkan Obama sebagai pemenang.Namun, polling menunjukkan Obama dan Romney bersaing sangat ketat menjelang pemilu presiden hari ini waktu setempat.
Jajak pendapat terbaru yang dirilis Wall Street Journal dan NBC News menunjukkan 48% dukungan bagi Obama dan 47% bagi Romney. “Jajak pendapat itu merefleksikan kampanye nasional yang segera berakhir,” kata pakar jajak pendapat kubu Partai Republik, Bill McIntrurff, dikutip AFP.
Hal senada juga diungkapkan pakar jajak pendapat dari Partai Demokrat, Peter Hart. “Itu serangan mematikan. Pemilu kali ini bakal ditentukan oleh kehadiran pemilih,” kata Hart. Sebagian besar jajak pendapat menunjukkan Obama memimpin tipis di atas Romney. Obama juga memimpin di beberapa negara bagian yang menjadi pertarungan utama antara kedua kandidat tersebut.
Tak bisa dipungkiri bahwa Obama tetap memiliki peluang lebih besar untuk menang karena dukungan pemilih masih besar dan dapat mengoptimalkan diri sebagai incumbent. Jajak pendapat USA Today/ Gallup dari beberapa negara bagian yang masih mengambang (swing state) menunjukkan bahwa dukungan pemilih terbagi rata, Obama 48% dan Romney 48%.
Kemudian jajak pendapat Pew memaparkan Obama memimpin dengan 48%, sedangkan Romney 45% di kalangan pemilih yang sudah menetapkan pilihan. Kemudian jajak pendapat yang dirilis ABC News dan Washington Post menempatkan dua kandidat itu masingmasing memperoleh 48% pada Minggu (4/11).Romney masih difavoritkan kalangan warga kulit putih, orang tua, dan penganut Kristen.
Sedangkan Obama didukung penuh mayoritas perempuan,warga bukan kulit putih,orang dewasa,serta remaja. Jajak pendapat CNN menunjukkan baik Obama dan Romney mendapatkan perolehan yang sama yakni 49%. Kemudian survei yang dilakukan oleh Politico/George Washington University, keduanya seri pada angka 48%.
Berbagai hasil jajak pendapat tidak dapat dipungkiri tetap mengunggulkan Obama sebagai pemenang.Namun, polling menunjukkan Obama dan Romney bersaing sangat ketat menjelang pemilu presiden hari ini waktu setempat.
Jajak pendapat terbaru yang dirilis Wall Street Journal dan NBC News menunjukkan 48% dukungan bagi Obama dan 47% bagi Romney. “Jajak pendapat itu merefleksikan kampanye nasional yang segera berakhir,” kata pakar jajak pendapat kubu Partai Republik, Bill McIntrurff, dikutip AFP.
Hal senada juga diungkapkan pakar jajak pendapat dari Partai Demokrat, Peter Hart. “Itu serangan mematikan. Pemilu kali ini bakal ditentukan oleh kehadiran pemilih,” kata Hart. Sebagian besar jajak pendapat menunjukkan Obama memimpin tipis di atas Romney. Obama juga memimpin di beberapa negara bagian yang menjadi pertarungan utama antara kedua kandidat tersebut.
Tak bisa dipungkiri bahwa Obama tetap memiliki peluang lebih besar untuk menang karena dukungan pemilih masih besar dan dapat mengoptimalkan diri sebagai incumbent. Jajak pendapat USA Today/ Gallup dari beberapa negara bagian yang masih mengambang (swing state) menunjukkan bahwa dukungan pemilih terbagi rata, Obama 48% dan Romney 48%.
Kemudian jajak pendapat Pew memaparkan Obama memimpin dengan 48%, sedangkan Romney 45% di kalangan pemilih yang sudah menetapkan pilihan. Kemudian jajak pendapat yang dirilis ABC News dan Washington Post menempatkan dua kandidat itu masingmasing memperoleh 48% pada Minggu (4/11).Romney masih difavoritkan kalangan warga kulit putih, orang tua, dan penganut Kristen.
Sedangkan Obama didukung penuh mayoritas perempuan,warga bukan kulit putih,orang dewasa,serta remaja. Jajak pendapat CNN menunjukkan baik Obama dan Romney mendapatkan perolehan yang sama yakni 49%. Kemudian survei yang dilakukan oleh Politico/George Washington University, keduanya seri pada angka 48%.
(esn)