Bom meledak di Damaskus
Senin, 05 November 2012 - 12:38 WIB
Bom meledak di Damaskus
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah bom berbobot sekitar 50 kg meledak di pos militer dan sebuah hotel di Damaskus, Suriah, Minggu (5/11/2012). Pemerintah Suriah menyatakan ledakan yang cukup besar ini sebagai sebuah serangan teroris. Istilah yang biasa dipergunakan pemerintah Suriah untuk menyebut serangan dari kaum pemberontak yang telah melancarkan aksi pemberontakan selama 19 bulan terakhir.
Sementara aktivis oposisi Suriah mengatakan, ledakan-ledakan yang terjadi pada Minggu sore waktu setempat tersebut sebagai ulah pasukan Ahfad al-Rasoul. Kelompok tersebut merupakan militan Islam yang terus menargatkan militer dan intelegen Suriah dalam dua bulan terakhir.
Memasuki tahun kedua pemberontakan di Suriah, pemberontak Sunni gencar menargetkan gedung-gedung pemerintahan dan militer Suriah. Ledakan bom tersebut terjadi di saat kelompok oposisi tengah berlumpul di Qatar untuk membahas nasib Suriah.
Kelompok oposisi yang terdiri dari kubu sekluaris dan Islam berkumpul untuk memperluas keanggotaan Syrian National Council (SNC), sekaligus memilih pemimpin SNC. Pertemuan tersebut juga digelar untuk membuka jalan bagi perundingan di Doha.
Sementara itu ,di wilayah berbeda, dDivisi pemberontak Jaafar bin Tayyar mengklaim bahwa mereka berhasil merebut al-Ward, ladang minyak utama pemerintah Suriah di provinsi Deir Ezzor, setelah baku tembak selama beberapa hari.
Komandan Divisi pemberontak Jaafar bin Tayyar, yang juga merupakan mantan pejabat Suriah, mengatakan sebagian besar ladang minyak tersebut tidak beroperasi, setelah beberapa bulan dibawah kendali pemberontak. Ladang minyak al-Ward menyimpan sebagian besar cadangan energi Suriah.
Minyak merupakan sumber pendapatan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Sebelum UE menjatuhkan sanksi bagi Suriah tahun lalu, 95 persen hasil produksi minyak Suriah di konsumsi oleh UE.
Sementara aktivis oposisi Suriah mengatakan, ledakan-ledakan yang terjadi pada Minggu sore waktu setempat tersebut sebagai ulah pasukan Ahfad al-Rasoul. Kelompok tersebut merupakan militan Islam yang terus menargatkan militer dan intelegen Suriah dalam dua bulan terakhir.
Memasuki tahun kedua pemberontakan di Suriah, pemberontak Sunni gencar menargetkan gedung-gedung pemerintahan dan militer Suriah. Ledakan bom tersebut terjadi di saat kelompok oposisi tengah berlumpul di Qatar untuk membahas nasib Suriah.
Kelompok oposisi yang terdiri dari kubu sekluaris dan Islam berkumpul untuk memperluas keanggotaan Syrian National Council (SNC), sekaligus memilih pemimpin SNC. Pertemuan tersebut juga digelar untuk membuka jalan bagi perundingan di Doha.
Sementara itu ,di wilayah berbeda, dDivisi pemberontak Jaafar bin Tayyar mengklaim bahwa mereka berhasil merebut al-Ward, ladang minyak utama pemerintah Suriah di provinsi Deir Ezzor, setelah baku tembak selama beberapa hari.
Komandan Divisi pemberontak Jaafar bin Tayyar, yang juga merupakan mantan pejabat Suriah, mengatakan sebagian besar ladang minyak tersebut tidak beroperasi, setelah beberapa bulan dibawah kendali pemberontak. Ladang minyak al-Ward menyimpan sebagian besar cadangan energi Suriah.
Minyak merupakan sumber pendapatan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Sebelum UE menjatuhkan sanksi bagi Suriah tahun lalu, 95 persen hasil produksi minyak Suriah di konsumsi oleh UE.
(esn)