Pengeran Charles dan Camilla sambangi Papua Nugini
Minggu, 04 November 2012 - 12:50 WIB
Pengeran Charles dan Camilla sambangi Papua Nugini
A
A
A
Sindonews.com - Kunjungan Prince of Wales dan Duchess of Cornwall ke Papua Nugini Sabtu (3/11/2012) sore disambut meriah oleh ribuan orang.
Semua orang yang ada diluar pesawat bersorak saat Pangeran Charles dan Ratu Camilla melangkah keluar dari pesawatnya di Bandara Internasional Jacksons di Port Moresby.
Kedatangan keduanya lantas disambut oleh Perdana Menteri Peter O'Neill, istrinya Lynda Babao dan sejumlah pejabat senior Papua Nugini yang sudah menunggu beberapa waktu di atas karpet merah.
Keduanya lantas menyaksikan tarian Hiri, sebuah tarian adat yang biasa dipersembahkan oleh penduduk lokal bagi sejumlah pedagang asing yang masuk ke desa mereka.
Tarian tersebut diperagakan oleh beberapa anak sekolah. Seluruh bagian tubuh anak-anak dilukis oleh cat, mereka juga nampak mengenakan rok dan topi yang terbuat dari daun.
Ditengah tarian, Pangeran Charles dan Ratu Camilla menerima sebuah kalung yang terbuat dari bunga Anggrek yang di sematkan oleh Jessie David (15). salah seorang penari.
Usai mendengarkan lagu kebangsaan Inggris dan Papua Nugini yang dinyayikan secara bergantian, Pangeran Charles dan PM Papua menyampai beberapa kata sambutan.Para pemimpin tersebut berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris.
Pangeran Charles dan Ratu Camilla diberita tahu bahwa di Papua Nugini, Raja dipanggil dengan sebutan "Pikinini" sementara ratu dipanggil "Missis kwin".
Minggu pagi, keduanya melanjutkan agenda kegiatan dengan melakukan ibadah tradisional yang diselenggarakan oleh pihak gereja di sebuah stadion gereja. Di malam harinya agenda kegiatan Pangeran Charles dan Ratu Camilla dilanjutkan dengan makan malam kenegaraan.
Pangeran Charles dan Ratu Camilla akan berada di Papua Nugini selama beberapa hari untuk merayakan kenaikan tahta ke 60 tahun (Diamond Jubilee) Elizabeth II. Rakyat Papua Nugini, telah menggelar perayaan kenaikan tahta Ratu Elizabeth II pada Juni lalu.
Usai mengunjungi Papua Nugini keduanya akan melanjutkan kunjungan ke Australia dan Selandia Baru.
Semua orang yang ada diluar pesawat bersorak saat Pangeran Charles dan Ratu Camilla melangkah keluar dari pesawatnya di Bandara Internasional Jacksons di Port Moresby.
Kedatangan keduanya lantas disambut oleh Perdana Menteri Peter O'Neill, istrinya Lynda Babao dan sejumlah pejabat senior Papua Nugini yang sudah menunggu beberapa waktu di atas karpet merah.
Keduanya lantas menyaksikan tarian Hiri, sebuah tarian adat yang biasa dipersembahkan oleh penduduk lokal bagi sejumlah pedagang asing yang masuk ke desa mereka.
Tarian tersebut diperagakan oleh beberapa anak sekolah. Seluruh bagian tubuh anak-anak dilukis oleh cat, mereka juga nampak mengenakan rok dan topi yang terbuat dari daun.
Ditengah tarian, Pangeran Charles dan Ratu Camilla menerima sebuah kalung yang terbuat dari bunga Anggrek yang di sematkan oleh Jessie David (15). salah seorang penari.
Usai mendengarkan lagu kebangsaan Inggris dan Papua Nugini yang dinyayikan secara bergantian, Pangeran Charles dan PM Papua menyampai beberapa kata sambutan.Para pemimpin tersebut berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris.
Pangeran Charles dan Ratu Camilla diberita tahu bahwa di Papua Nugini, Raja dipanggil dengan sebutan "Pikinini" sementara ratu dipanggil "Missis kwin".
Minggu pagi, keduanya melanjutkan agenda kegiatan dengan melakukan ibadah tradisional yang diselenggarakan oleh pihak gereja di sebuah stadion gereja. Di malam harinya agenda kegiatan Pangeran Charles dan Ratu Camilla dilanjutkan dengan makan malam kenegaraan.
Pangeran Charles dan Ratu Camilla akan berada di Papua Nugini selama beberapa hari untuk merayakan kenaikan tahta ke 60 tahun (Diamond Jubilee) Elizabeth II. Rakyat Papua Nugini, telah menggelar perayaan kenaikan tahta Ratu Elizabeth II pada Juni lalu.
Usai mengunjungi Papua Nugini keduanya akan melanjutkan kunjungan ke Australia dan Selandia Baru.
(esn)