Israel dukung Romney
Sabtu, 03 November 2012 - 14:25 WIB
Israel dukung Romney
A
A
A
Sindonews.com - Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) tidak dapat dipisahkan dengan dukungan Israel pada salah satu kandidat. Kali ini,Israel secara terbuka berharap Mitt Romney akan mengakhiri pemerintahan Barack Obama. Warga Israel secara terang-terangan lebih mendukung Romney karena dia dianggap akan menjadi teman yang lebih baik daripada Obama.
Polling yang dilakukan Peace Index menunjukkan 57% warga Yahudi Israel yakin bahwa jika menyangkut kepentingan Israel,Romney akan menjadi presiden yang lebih baik. Dibandingkan dengan 22% publik Israel yang mendukung Obama.
”Warga Israel lebih mencurigai Obama dan memilih Romney.Ini karena sikap keras Obama secara pribadi pada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan juga di level diplomatik terhadap Israel,” tutur Eytan Gilboa, pakar hubungan AS-Israel di Universitas Bar Ilan.
Gilboa menambahkan, Netanyahu sendiri akan lebih memilih Romney karena dia merasa bahwa hubungan dengan Obama menegang serta tidak cukup kerja sama, baik secara pribadi maupun nasional. Hubungan antara Netanyahu dan Obama memang tidak pernah mudah.Pertemuan publik mereka jarang terlihat akrab, ditandai dengan bahasa tubuh mereka.
Keduanya juga memiliki pandangan berbeda dalam beberapa isu pokok, terutama dalam cara penanganan krisis nuklir Iran. Berbagai dinamika itu semakin menyemarakkan pilpres 6 November mendatang. Publik di seluruh dunia juga menunggu dengan cemas tentang siapa pemenang pilpres nanti. Karena,walaupun Obama masih unggul, Romney tidak henti menyusul.
Polling yang dilakukan Peace Index menunjukkan 57% warga Yahudi Israel yakin bahwa jika menyangkut kepentingan Israel,Romney akan menjadi presiden yang lebih baik. Dibandingkan dengan 22% publik Israel yang mendukung Obama.
”Warga Israel lebih mencurigai Obama dan memilih Romney.Ini karena sikap keras Obama secara pribadi pada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan juga di level diplomatik terhadap Israel,” tutur Eytan Gilboa, pakar hubungan AS-Israel di Universitas Bar Ilan.
Gilboa menambahkan, Netanyahu sendiri akan lebih memilih Romney karena dia merasa bahwa hubungan dengan Obama menegang serta tidak cukup kerja sama, baik secara pribadi maupun nasional. Hubungan antara Netanyahu dan Obama memang tidak pernah mudah.Pertemuan publik mereka jarang terlihat akrab, ditandai dengan bahasa tubuh mereka.
Keduanya juga memiliki pandangan berbeda dalam beberapa isu pokok, terutama dalam cara penanganan krisis nuklir Iran. Berbagai dinamika itu semakin menyemarakkan pilpres 6 November mendatang. Publik di seluruh dunia juga menunggu dengan cemas tentang siapa pemenang pilpres nanti. Karena,walaupun Obama masih unggul, Romney tidak henti menyusul.
(esn)