China didesak atasi aksi bakar diri warga Tibet
Jum'at, 02 November 2012 - 17:53 WIB
China didesak atasi aksi bakar diri warga Tibet
A
A
A
Sindonews.com – PBB meminta Pemerintah China untuk bisa mengatasi masalah lama yang melanda negeri itu, yaitu aksi bakar diri yang kerap dilakukan warga Tibet. Aksi memprihatinkan ini acap kali dilakukan warga Tibet sebagai bentuk protes terhadap pemerintah China.
Akhir-akhir ini, aksi bakar diri yang dilakukan warga Tibet terus meningkat. Sejak Maret tahun lalu, tercatat sudah 60 warga Tibet yang melakukan aksi bakar diri. Komisi Hak Asasi Manusia PBB menyebut, peningkatan jumlah ini sudah sangat mengkhawatirkan.
"Stabilitas sosial di Tibet tidak akan pernah bisa dicapai melalui langkah-langkah keamanan berat dan penindasan hak asasi manusia," kata Navi Pillay, Ketua Komisi Hak Asasi Manusia PBB, seperti dikutip dari euronews, Jumat (2/11/2012).
Aksi bakar diri teranyar dilakukan seorang warga Tibet, Dhondup (50), di dalam biara Labrang, Gansu, China. Menurut gerakan Free Tibet, Dhondup membakar diri dekat ruang doa. Tubuhnya tetap di dalam kompleks biara, setelah polisi mencegah para biarawan mengambil jenazah Dhondup.
Banyak orang Tibet menuduh pemerintah China memberlakukan penindasan agama dan mengikis budaya Tibet. Mayoritas warga China yang berasal dari etnis Han, dianggap telah mengekspansi daerah-daerah yang bernilai historis bagi warga Tibet.
Namun, Pemerintah China menolak tudingan ini. Pemerintah China mengatakan, warga Tibet sudah menikmati kebebasan beragama. Sementara investasi yang dilakukan di beberapa daerah di Tibet, dimaksudkan untuk membawa modernisasi dan standar hidup yang lebih baik.
Akhir-akhir ini, aksi bakar diri yang dilakukan warga Tibet terus meningkat. Sejak Maret tahun lalu, tercatat sudah 60 warga Tibet yang melakukan aksi bakar diri. Komisi Hak Asasi Manusia PBB menyebut, peningkatan jumlah ini sudah sangat mengkhawatirkan.
"Stabilitas sosial di Tibet tidak akan pernah bisa dicapai melalui langkah-langkah keamanan berat dan penindasan hak asasi manusia," kata Navi Pillay, Ketua Komisi Hak Asasi Manusia PBB, seperti dikutip dari euronews, Jumat (2/11/2012).
Aksi bakar diri teranyar dilakukan seorang warga Tibet, Dhondup (50), di dalam biara Labrang, Gansu, China. Menurut gerakan Free Tibet, Dhondup membakar diri dekat ruang doa. Tubuhnya tetap di dalam kompleks biara, setelah polisi mencegah para biarawan mengambil jenazah Dhondup.
Banyak orang Tibet menuduh pemerintah China memberlakukan penindasan agama dan mengikis budaya Tibet. Mayoritas warga China yang berasal dari etnis Han, dianggap telah mengekspansi daerah-daerah yang bernilai historis bagi warga Tibet.
Namun, Pemerintah China menolak tudingan ini. Pemerintah China mengatakan, warga Tibet sudah menikmati kebebasan beragama. Sementara investasi yang dilakukan di beberapa daerah di Tibet, dimaksudkan untuk membawa modernisasi dan standar hidup yang lebih baik.
(esn)