Bom meledak di pesta Hallowen, 2 anak tewas
Jum'at, 02 November 2012 - 14:21 WIB
Bom meledak di pesta Hallowen, 2 anak tewas
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah bom yang dibawa oleh seorang pengendara sepeda motor meledak di sebuah taman yang dipenuhi anak-anak yang sedang merayakan Hallowen, di Kota Pradera, Kolombia, Kamis (1/11/2012).
Pihak berwenang melaporkan, akibat ledakan ini dua orang anak tewas seketika. Sementara 27 anak lainya menderita luka-luka. Pelaku penyerangan diduga anggota kelompok pemberontak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC).
Juru bicara Kota Pradera, Carlos Leyton, mengatakan, pria ini nampaknya tidak menargetkan anak-anak yang sedang merayakan pesta halloween, melainkan sebuah pos polisi di Pradera.
Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Jenderal Kolombia, Sergio Mantilla. “FARC pasti menargetkan kantor polisi di Kota Pradera," seperti diberitakan Iol.co.za, Jumat (2/11/2012).
Serangan ini terjadi di tengah upaya perdamaian antara Pemerintah Kolombia dengan perwakilan FARC. Upaya perdamaian ini tengah berlangsung di Norwegia.
Seperti diketahui, Pemerintah Kolombia telah berulang kali menolak permintaan FARC, yang menginginkan adanya gencatan senjata bilateral selama perundingan. Militer Kolombia tetap akan melakukan operasi penumpasan pemberontak, meski pembicaraan damai sedang berlangsung.
Pihak berwenang melaporkan, akibat ledakan ini dua orang anak tewas seketika. Sementara 27 anak lainya menderita luka-luka. Pelaku penyerangan diduga anggota kelompok pemberontak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC).
Juru bicara Kota Pradera, Carlos Leyton, mengatakan, pria ini nampaknya tidak menargetkan anak-anak yang sedang merayakan pesta halloween, melainkan sebuah pos polisi di Pradera.
Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Jenderal Kolombia, Sergio Mantilla. “FARC pasti menargetkan kantor polisi di Kota Pradera," seperti diberitakan Iol.co.za, Jumat (2/11/2012).
Serangan ini terjadi di tengah upaya perdamaian antara Pemerintah Kolombia dengan perwakilan FARC. Upaya perdamaian ini tengah berlangsung di Norwegia.
Seperti diketahui, Pemerintah Kolombia telah berulang kali menolak permintaan FARC, yang menginginkan adanya gencatan senjata bilateral selama perundingan. Militer Kolombia tetap akan melakukan operasi penumpasan pemberontak, meski pembicaraan damai sedang berlangsung.
(esn)