Bela muslim Rohingya, jangan ikut campur masalah Suriah

Jum'at, 02 November 2012 - 12:16 WIB
Bela muslim Rohingya,...
Bela muslim Rohingya, jangan ikut campur masalah Suriah
A A A
Sindonews.com - Pemimpin spiritual syiah, Grand Ayatollah Nasser Makarem Shirazi menyerukan sejumlah pemimpin Arab untuk membela umat islam yang dilecehkan dan dibunuh di Myanmar, bukanya ikut campur urusan dalam negeri Suriah apalagi saling bunuh antar warga Arab.

Grand Ayatollah Shirazi mengecam negara-negara anggota Liga Arab yang melakukan hal sia-sia, mengerahkan pasukan dan memdanai pemberontak Suriah. Sementara menutup mata terhadap pembantaian umat Islam di Myanmar.

"Daripada mengirimkan pasukan ke Suriah, dan tidak menghasilkan sesuatu lebih baij membela kaum muslikm Myanmar," ungkap Grand Ayatollah Shirazi dalam sebuah pernyataanya seperti dilansir, irib.ir, Jumat (2/11/2012).

"Muslim di Myanmar menderita karena musibah yang ganjir," ungkap Grand Ayatollah Shirazi Makarem sambil mengacu pada aksi teroris yang melakukan pembakaran dan pembunuhan komunitas muslim di Asia Tenggara.

Grand Ayatollah Shirazi juga mengecam keras sikap diam organisasi kerjasama islam (OKI) saat muslim Rohingya di Myanmar menderita.

Grand Ayatollah Shirazi juga mempertanyakan "Mengapa muslim di dunia tidak angkat bicara melawan kejahatan ini ? Kenapa OKI tidak angkat bicara atas hal ini ?,"

Pemimpin Syiah tersebut juga mengutuk lambanya respon masyarakat internasional menanggapi masalah muslim Rohingya.

"Jika orang Barat menderita menderita, mereka segera heboh, sementara banyak rumah Muslim Myanmar dibakar dan mereka juga menjadi sasaran pembantaian, tapi tak ada yang mengajukan komplain," ungkap rand Ayatollah Shirazi.

Grand Ayatollah Shirazi mengecam pemimin Arab Saudi, Qatar, dan Turki yang mencoba untuk menghancurkan Suriah di tangan Amerika Serikat."

"Mereka datang dari luar, menghancurkan Suriah. membantai warga Suriah dan ingin memimpin rakyat Suriah agar mau menerima mereka berkuasa," terang Grand Ayatollah Shirazi.

Dia menyarankan pemimpin rezim Arab untuk memperjuangkan perdamaian dan stabilitas demi memenuhi tuntutan rakyat mereka serta membantu Muslim tertekan di Myanmar.
(esn)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
28 menit yang lalu
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
1 jam yang lalu
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
2 jam yang lalu
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
3 jam yang lalu
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
4 jam yang lalu
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved