Topan Nilam tewaskan 7 orang di India
Kamis, 01 November 2012 - 15:30 WIB
Topan Nilam tewaskan 7 orang di India
A
A
A
Sindonews.com - Topan Nilam menghantam pantai Selatan India, Rabu (31/11/2012) malam waktu setempat. Akibatnya, tujuh orang dilaporkan tewas dan sebuah kapal tanker dilaporkan tenggelam. Sementara enam orang awak kapal lainya masih dinyatakan hilang.
Seperti diberitakan BBC.co.uk, Kamis (1/11/2012), lima korban tewas adalah awak kapal tanker yang tenggelam di dekat Chennai, di negara bagian Tamil Nadu. Dua laporan kematian lainya terjadi di negara bagian Andhra Pradesh.
Topan Nilam juga memaksa 4000 penduduk Mamallapuram, Chennai, mengungsi. Topan Nilam mengakibatkan banjir di perbatasan, antara India dengan Sri Langka. Sekitar 4000 penduduk kehilangan tempat tinggal akibat banjir.
Di wilayah pesisir, tanaman petani hancur akibat terjangan topan ini. Beberapa rumah penduduk yang beratapkan jerami, juga luluh lantak.
Topan Nilam membawa muatan hujan lebat dan angin kencang dengan kecepatan 100 km per jam dari pantai Tenggara India, sebelum akhirnya mendarat di Teluk Benggala.
Akibat tiupan topan, sekolah, perguruan tinggi dan operasi pengangkutan barang lewat laut terpaksa dihentikan. Para nelayan juga tidak berani mengambil resiko melaut di tengah badai.
Departemen Cuaca India juga memperingatkan, bahwa angin kencang, curah hujan yang tinggi, dan gelombang pasang akan terus terjadi sampai Kamis pagi waktu setempat.
Seperti diberitakan BBC.co.uk, Kamis (1/11/2012), lima korban tewas adalah awak kapal tanker yang tenggelam di dekat Chennai, di negara bagian Tamil Nadu. Dua laporan kematian lainya terjadi di negara bagian Andhra Pradesh.
Topan Nilam juga memaksa 4000 penduduk Mamallapuram, Chennai, mengungsi. Topan Nilam mengakibatkan banjir di perbatasan, antara India dengan Sri Langka. Sekitar 4000 penduduk kehilangan tempat tinggal akibat banjir.
Di wilayah pesisir, tanaman petani hancur akibat terjangan topan ini. Beberapa rumah penduduk yang beratapkan jerami, juga luluh lantak.
Topan Nilam membawa muatan hujan lebat dan angin kencang dengan kecepatan 100 km per jam dari pantai Tenggara India, sebelum akhirnya mendarat di Teluk Benggala.
Akibat tiupan topan, sekolah, perguruan tinggi dan operasi pengangkutan barang lewat laut terpaksa dihentikan. Para nelayan juga tidak berani mengambil resiko melaut di tengah badai.
Departemen Cuaca India juga memperingatkan, bahwa angin kencang, curah hujan yang tinggi, dan gelombang pasang akan terus terjadi sampai Kamis pagi waktu setempat.
(esn)