Imam tewas ditembak sebelum Solat Subuh
Rabu, 31 Oktober 2012 - 17:18 WIB
Imam tewas ditembak sebelum Solat Subuh
A
A
A
Sindonews.com - Seorang Imam masjid, Kalimulla Ibragimov (49) dan dua kerabatnya ditembak mati oleh pria bersenjata saat hendak melakukan solat subuh di Subuh di Dagestan, wilayah Kaukasus Utara, Rusia, Selasa (31/10/2012) pagi.
"Dua orang tak dikenal menembaki mobil yang ditumpangi oleh Ibragimov, saat dia dan dua orang kerabatnya hendak melakukan solat subuh di Masjid Derbent," unggkap Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Dagestan, Fatina Ubaidatova seperti diberitakan nation.com.pk, Rabu (31/10/2012).
Komite Investigasi Dagestan mengatakan, penyerangan terjadi pukul 6.30 pagi di kota Derbent. Saat penyerangan terjadi, Ibragimov (49) tengah berada di dalam mobil bersama dengan ayahnya yang berusia 82 tahun dan saudara laki-lakinya.
"Pria tersebut tewas seketika akibat luka tembak tersebut. Namun, penyerang berhasil melarikan diri," ungkap Komite Investigasi Dagestan.
Ibragimov kabarnya mengajarkan aliran Iislam Wahhabi, yang merujuk pada ajaran Islam konservatif Sunni yang bersumber dari Arab Saudi. Aliran ini diizinkan oleh pemerintah Rusia.
Kantor media Kavkaz dalam websidenya melaporkan, Pemimpin separatis menyebut Ibragimov sebagai mortir dan menyebut ideologi yang ia sebarkan bertentangan dengan sekte penyembah berhala yang berada di Dagestan.
Wilayah pemukiman penduduk di Dagestan acap kali menjadi sasaran para pemberontak yang ingin mendirikan negara Islam di sepajang wilayah Kaukasus Rusia.
"Dua orang tak dikenal menembaki mobil yang ditumpangi oleh Ibragimov, saat dia dan dua orang kerabatnya hendak melakukan solat subuh di Masjid Derbent," unggkap Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Dagestan, Fatina Ubaidatova seperti diberitakan nation.com.pk, Rabu (31/10/2012).
Komite Investigasi Dagestan mengatakan, penyerangan terjadi pukul 6.30 pagi di kota Derbent. Saat penyerangan terjadi, Ibragimov (49) tengah berada di dalam mobil bersama dengan ayahnya yang berusia 82 tahun dan saudara laki-lakinya.
"Pria tersebut tewas seketika akibat luka tembak tersebut. Namun, penyerang berhasil melarikan diri," ungkap Komite Investigasi Dagestan.
Ibragimov kabarnya mengajarkan aliran Iislam Wahhabi, yang merujuk pada ajaran Islam konservatif Sunni yang bersumber dari Arab Saudi. Aliran ini diizinkan oleh pemerintah Rusia.
Kantor media Kavkaz dalam websidenya melaporkan, Pemimpin separatis menyebut Ibragimov sebagai mortir dan menyebut ideologi yang ia sebarkan bertentangan dengan sekte penyembah berhala yang berada di Dagestan.
Wilayah pemukiman penduduk di Dagestan acap kali menjadi sasaran para pemberontak yang ingin mendirikan negara Islam di sepajang wilayah Kaukasus Rusia.
(esn)