Korban tewas akibat badai Sandy jadi 40 orang
Rabu, 31 Oktober 2012 - 12:02 WIB
Korban tewas akibat badai Sandy jadi 40 orang
A
A
A
Sindonews.com - Korban tewas akibat badai Sandy yang menerpa Pantai Timur Amerika Serikat (AS) meningkat menjadi 40 orang, hingga Rabu (31/10/2012) dinihari waktu setempat. Badai Sandy kini bergerak menuju wilayah utara Kanada.
Di New York City korban tewas mencapai 18 orang. Sebelumnya 70 orang dilaporkan tewas saat badai Sandy menghantam kepulauan Karibia.
Kantor Layanan Cuaca Nasional melaporkan ketinggian gelombang badai Sandy memecahkan rekor kekuatan hantaman angin dengan ketinggian mencapai 4,2 meter di pusat kota Manhattan. Jauh lebih tinggi dari kekuatan badai Donna setinggi 3m tahun 1960.
Sementara itu, peramal cuaca Selasa malam mengatakan Rabu pagi Badai Sandy akan bergerak menuju wilayah Kanada bagian utara. Selasa malam badai ini menyebabkan hujan salju parah di pegunungan Appalachian.
Departemen Energi AS mengatakan sedikitnya 8 juta rumah dan tempat usaha tak mendapat aliran listrik. Sementara itu, tiga reaktor nuklir terpaksa ditutup karena memiliki bermasalah dibagian pendinginan.
50 rumah di New York City dilaporkan hangus terbakar, lebih dari 200 orang pasien RS Universitas Tisch di New York terpaksa di evakuasi karena generator listrik cadangan gagal menghasilkan aliran listrik cadangan.
Hari ini Bursa Efek New York dan Bursa Efek Nasdaq rencananya akan kembali beroperasi, setelah ditutup selama dua hari.
Di New York City korban tewas mencapai 18 orang. Sebelumnya 70 orang dilaporkan tewas saat badai Sandy menghantam kepulauan Karibia.
Kantor Layanan Cuaca Nasional melaporkan ketinggian gelombang badai Sandy memecahkan rekor kekuatan hantaman angin dengan ketinggian mencapai 4,2 meter di pusat kota Manhattan. Jauh lebih tinggi dari kekuatan badai Donna setinggi 3m tahun 1960.
Sementara itu, peramal cuaca Selasa malam mengatakan Rabu pagi Badai Sandy akan bergerak menuju wilayah Kanada bagian utara. Selasa malam badai ini menyebabkan hujan salju parah di pegunungan Appalachian.
Departemen Energi AS mengatakan sedikitnya 8 juta rumah dan tempat usaha tak mendapat aliran listrik. Sementara itu, tiga reaktor nuklir terpaksa ditutup karena memiliki bermasalah dibagian pendinginan.
50 rumah di New York City dilaporkan hangus terbakar, lebih dari 200 orang pasien RS Universitas Tisch di New York terpaksa di evakuasi karena generator listrik cadangan gagal menghasilkan aliran listrik cadangan.
Hari ini Bursa Efek New York dan Bursa Efek Nasdaq rencananya akan kembali beroperasi, setelah ditutup selama dua hari.
(esn)