Militer Suriah kembali lancarkan serangan udara
Selasa, 30 Oktober 2012 - 19:03 WIB
Militer Suriah kembali lancarkan serangan udara
A
A
A
Sindonews.com - Jet tempur militer Suriah kembali melancarkan serangan udara ke basis kaum pemberontak di Homs , Selasa (30/10/2012). Dilaporkan, dua pemberontak tewas dan 10 lainnya terluka akibat serangan ini.
Seorang aktivis oposisi Suriah,Moaz al-Shami, mengatakan, lebih dari 100 bangunan dilaporkan hancur, sebagian rata dengan tanah. Saat ini, seluruh lingkungan menjadi sepi.
Beberapa warga Suriah mengatakan, serangan udara ini adalah serangan yang terparah sejak militer Suriah melancarkan serangan terhadap kaum pemberontak, Agustus lalu.
"Sejumlah tiang listrik idak lagi tegak, bahkan terbaring di antara genangan air yang disebabkan oleh kebocoran pipa air yang pecah. Tak ada makanan, air, listrik, dan telepon," ungkap Shami, yang menyaksikan tiga serangan udara militer Suriah di pinggiran Harasta.
Sementara itu, media pemerintah Suriah lagi-lagi mengatakan, kelompok teroris bersenjata telah melanggar kesepakatan gencatan senjata pada Senin (29/10/2012), dengan meledakan dua bom mobil.
Seperti diketahui, militer dan pemberontak Suriah sebenarnya telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama empat hari untuk menghormati Hari Raya Idul Adha, Jumat (26/12/2012) di kota Aleppo, Homs, dan Deir al-Zor.
Sekjen PBB, Ban Ki-moon, mengaku sangat kecewa medapati kenyataan batalnya gencatan senjata antara pemberontak dan militer Suriah ini. "Krisis ini tidak dapat diselesaikan dengan terus mengangkat senjata dan lebih banyak pertumpahan darah, senjata harus dijatuhkan," ungkap Ki-Moon.
Seorang aktivis oposisi Suriah,Moaz al-Shami, mengatakan, lebih dari 100 bangunan dilaporkan hancur, sebagian rata dengan tanah. Saat ini, seluruh lingkungan menjadi sepi.
Beberapa warga Suriah mengatakan, serangan udara ini adalah serangan yang terparah sejak militer Suriah melancarkan serangan terhadap kaum pemberontak, Agustus lalu.
"Sejumlah tiang listrik idak lagi tegak, bahkan terbaring di antara genangan air yang disebabkan oleh kebocoran pipa air yang pecah. Tak ada makanan, air, listrik, dan telepon," ungkap Shami, yang menyaksikan tiga serangan udara militer Suriah di pinggiran Harasta.
Sementara itu, media pemerintah Suriah lagi-lagi mengatakan, kelompok teroris bersenjata telah melanggar kesepakatan gencatan senjata pada Senin (29/10/2012), dengan meledakan dua bom mobil.
Seperti diketahui, militer dan pemberontak Suriah sebenarnya telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama empat hari untuk menghormati Hari Raya Idul Adha, Jumat (26/12/2012) di kota Aleppo, Homs, dan Deir al-Zor.
Sekjen PBB, Ban Ki-moon, mengaku sangat kecewa medapati kenyataan batalnya gencatan senjata antara pemberontak dan militer Suriah ini. "Krisis ini tidak dapat diselesaikan dengan terus mengangkat senjata dan lebih banyak pertumpahan darah, senjata harus dijatuhkan," ungkap Ki-Moon.
(esn)