Kamboja bantah akan bangun pembangkit listrik tenaga nulkir
Senin, 29 Oktober 2012 - 16:34 WIB
Kamboja bantah akan bangun pembangkit listrik tenaga nulkir
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, menegaskan kalau negaranya tidak mempunyai rencana untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir dalam waktu dekat. Pernyataan ini dikeluarkan Hun Sen menyusul munculnya kekhawatiran dari negara tetangga, Thailand.
Pada pertengahan Oktober, Kepala Angkatan Darat Thailand, Prayuth Chan-ocha mengungkapkan kekhawatirannya atas rencana Hun Sen untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Provinsi Kong Koh yang berdekatan dengan Provinsi Trat, Thailand.
Menurut Hun Sen, hal itu adalah kesalahpahaman semata. "Salah satu lembaga meminta izin melakukan studi kelayakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir di Provinsi Koh Kong, tapi saya tidak mengizinkannya," kata Hun Sen seperti dikutip dari shanghaidaily, Senin (29/10/2012).
Menurutnya, saat ini bukan waktu yang tepat bagi Kamboja untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir. “Kamboja belum mencapai kapasitas untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir. Bahkan, negara seperti Indonesia saja belum mencapai tingkat itu,” lanjut Hun Sen.
Hun Sen mengatakan, bahwa negara-negara tetangga Kamboja memiliki hak untuk menyuarakan keprihatinan mereka. Sebab, jika terjadi ledakan, tentu tak hanya akan mempengaruhi Kamboja, tetapi juga merusak wilayah di sekitar areal ledakan.
Hun Sen juga mengutip dua insiden nuklir terburuk di dunia. Yakni kecelakaan nuklir Chernobyl di Ukraina pada 1986 dan bencana nuklir di Fukushima, Jepang Maret tahun lalu.
Pada pertengahan Oktober, Kepala Angkatan Darat Thailand, Prayuth Chan-ocha mengungkapkan kekhawatirannya atas rencana Hun Sen untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir di Provinsi Kong Koh yang berdekatan dengan Provinsi Trat, Thailand.
Menurut Hun Sen, hal itu adalah kesalahpahaman semata. "Salah satu lembaga meminta izin melakukan studi kelayakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir di Provinsi Koh Kong, tapi saya tidak mengizinkannya," kata Hun Sen seperti dikutip dari shanghaidaily, Senin (29/10/2012).
Menurutnya, saat ini bukan waktu yang tepat bagi Kamboja untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir. “Kamboja belum mencapai kapasitas untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir. Bahkan, negara seperti Indonesia saja belum mencapai tingkat itu,” lanjut Hun Sen.
Hun Sen mengatakan, bahwa negara-negara tetangga Kamboja memiliki hak untuk menyuarakan keprihatinan mereka. Sebab, jika terjadi ledakan, tentu tak hanya akan mempengaruhi Kamboja, tetapi juga merusak wilayah di sekitar areal ledakan.
Hun Sen juga mengutip dua insiden nuklir terburuk di dunia. Yakni kecelakaan nuklir Chernobyl di Ukraina pada 1986 dan bencana nuklir di Fukushima, Jepang Maret tahun lalu.
(esn)