Gereja dibom, 3 warga Nigeria tewas
Minggu, 28 Oktober 2012 - 19:36 WIB
Gereja dibom, 3 warga Nigeria tewas
A
A
A
Sindonews.com – Tiga orang dilaporkan tewas seketika saat sebuah mobil jip bermuatan bahan peledak menabrak gereka katolik di Nigeria Utara, Minggu (28/10/2012). Tewasnya tiga jemaat gereja ini memicu aksi balasan yang menewaskan dua orang lainnya.
Daniel Kazah, salah seorang jamaat gereja mengaku melihat tiga mayat di lantai gereja yang banjir darah setelah bom meledak. "Tapi, masih ada yang lainnya yang dibawa ke kamar mayat," kata Kazah.
“Pembom bunuh diri itu mengendarai sebuah jip yang melaju tepat ke dalam gereja St Rita di wilayah Malali. Serangan pagi itu menyebabkan banyak orang terluka,” ujar seorang saksi mata. Malali adalah wilyah yang dihuni kaum kristiani dan Muslim.
Salah satu dinding gereja itu meledak dan hangus. Puing-puing berserakan di sekitar lokasi ledakan. Polisi dan aparat keamanan langsung mengamankan wilayah itu. Selain tiga korban tewas, diperkirakan sekitar 30 lainnya terluka akibat kejadian ini.
"Saya tidak bisa memberitahu Anda berapa jumlah korban, tapi jelas ada banyak. Ledakan itu tak hanya merusak gereja, tapi juga sejumlah bangunan di sekitar lokasi ledakan,” jelas salah satu korban yang selamat, Linus Lighthouse.
Tak lama setelah ledakan itu, pemuda Kristen yang marah turun ke jalan bersenjatakan tongkat dan pisau. Seorang wartawan Reuters melihat dua mayat tergeletak di pinggir jalan dalam genangan darah.
"Kami membunuh mereka dan kami akan berbuat lebih banyak," teriak seorang pemuda, dengan darah di bajunya. Polisi langsung menangkapnya, serta membubarkan kelompok itu. Polisi juga langsung memblokir jalan dan melakukan patroli di seluruh kota dalam upaya untuk mencegah menyebarnya aksi kekerasan.
Daniel Kazah, salah seorang jamaat gereja mengaku melihat tiga mayat di lantai gereja yang banjir darah setelah bom meledak. "Tapi, masih ada yang lainnya yang dibawa ke kamar mayat," kata Kazah.
“Pembom bunuh diri itu mengendarai sebuah jip yang melaju tepat ke dalam gereja St Rita di wilayah Malali. Serangan pagi itu menyebabkan banyak orang terluka,” ujar seorang saksi mata. Malali adalah wilyah yang dihuni kaum kristiani dan Muslim.
Salah satu dinding gereja itu meledak dan hangus. Puing-puing berserakan di sekitar lokasi ledakan. Polisi dan aparat keamanan langsung mengamankan wilayah itu. Selain tiga korban tewas, diperkirakan sekitar 30 lainnya terluka akibat kejadian ini.
"Saya tidak bisa memberitahu Anda berapa jumlah korban, tapi jelas ada banyak. Ledakan itu tak hanya merusak gereja, tapi juga sejumlah bangunan di sekitar lokasi ledakan,” jelas salah satu korban yang selamat, Linus Lighthouse.
Tak lama setelah ledakan itu, pemuda Kristen yang marah turun ke jalan bersenjatakan tongkat dan pisau. Seorang wartawan Reuters melihat dua mayat tergeletak di pinggir jalan dalam genangan darah.
"Kami membunuh mereka dan kami akan berbuat lebih banyak," teriak seorang pemuda, dengan darah di bajunya. Polisi langsung menangkapnya, serta membubarkan kelompok itu. Polisi juga langsung memblokir jalan dan melakukan patroli di seluruh kota dalam upaya untuk mencegah menyebarnya aksi kekerasan.
(esn)