Jet tempur Suriah bombardir pinggiran Damaskus
Minggu, 28 Oktober 2012 - 18:45 WIB
Jet tempur Suriah bombardir pinggiran Damaskus
A
A
A
Sindonews.com – Pertikaian bersenjata antara Pemerintah Suriah dengan kaum pemberontak terus terjadi. Seperti dikutip dari thestar, pada Minggu (28/10/201), jet-jet tempur milik Pemerintah Suriah membombardir pinggiran Timur kota Damaskus, yang dihuni komunitas Sunni.
Sejumlah aktivis kaum oposisi melaporkan, ada ledakan besar dan asap yang sangat banyak setelah jet tempur buatan Rusia itu melancarkan serangan ke daerah Zamalka, Irbin, dan Harasta. Serangan ini seharusnya tak terjadi, sebab kaum pemberontak dan Pemerintah Suriah sudah sepakat soal gencatan senjata sejak dua hari lalu.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan Harasta Media Office, sebuah organisasi aktivis di Suriah juga melaporkan kalau jaringan listrik, air, dan komunikasi telah dihentikan ke daerah-daerah itu. “Puluhan pasien yang berada di Rumah Sakit Nasional Harasta telah dipindahkan saat pemboman berlangsung,” sebut laporan itu.
Pasukan Pemerintah Suriah memang menjadikan daerah-daerah di pinggiran Ibu Kota Damaskus sebagai target serangan. Sebab, daerah-daerah ini adalah basis kaum Sunni. Kelompok-kelompok dari daerah pinggiran Damaskus ini pula yang jadi motor penggerak untuk menumbangkan rezim Presiden Bashar al-Asaad.
Presiden Assad sendiri berasal dari suku minoritas Alawite, sebuah cabang dari kaum Syiah yang telah mendominasi mayoritas Sunni Suriah sejak tahun 1960-an.
Utusan Perdamaian Internasional, Lakhdar Brahimi sudah menyerukan gencatan senjata yang dimulai di atas kertas pada Jumat 26 Oktober, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Namun, kedua belah pihak telah melanggar gencatan senjata ini.
Sejumlah aktivis kaum oposisi melaporkan, ada ledakan besar dan asap yang sangat banyak setelah jet tempur buatan Rusia itu melancarkan serangan ke daerah Zamalka, Irbin, dan Harasta. Serangan ini seharusnya tak terjadi, sebab kaum pemberontak dan Pemerintah Suriah sudah sepakat soal gencatan senjata sejak dua hari lalu.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan Harasta Media Office, sebuah organisasi aktivis di Suriah juga melaporkan kalau jaringan listrik, air, dan komunikasi telah dihentikan ke daerah-daerah itu. “Puluhan pasien yang berada di Rumah Sakit Nasional Harasta telah dipindahkan saat pemboman berlangsung,” sebut laporan itu.
Pasukan Pemerintah Suriah memang menjadikan daerah-daerah di pinggiran Ibu Kota Damaskus sebagai target serangan. Sebab, daerah-daerah ini adalah basis kaum Sunni. Kelompok-kelompok dari daerah pinggiran Damaskus ini pula yang jadi motor penggerak untuk menumbangkan rezim Presiden Bashar al-Asaad.
Presiden Assad sendiri berasal dari suku minoritas Alawite, sebuah cabang dari kaum Syiah yang telah mendominasi mayoritas Sunni Suriah sejak tahun 1960-an.
Utusan Perdamaian Internasional, Lakhdar Brahimi sudah menyerukan gencatan senjata yang dimulai di atas kertas pada Jumat 26 Oktober, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Namun, kedua belah pihak telah melanggar gencatan senjata ini.
(esn)