Reaktor nuklir Fukushima masih bocor
Sabtu, 27 Oktober 2012 - 07:45 WIB
Reaktor nuklir Fukushima masih bocor
A
A
A
Sindonews.com – Gempa bumi dan tsunami yang melanda Jepang pada Maret 2011 mengakibatkan kerusakan pada reaktor nuklir Fukushima. Hingga kini, diduga masih ada kebocoran pada reaktor nuklir tersebut.
Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (26/10/2012), kebocoran radiasi dari reaktor nuklir Fukushima mengkontaminasi air dan makanan di daerah itu. Meski pada Desember 2011 Pemerintah Jepang sudah menyatakan bisa mengatasi kebocoran, namun nyatanya dampak radiasi masih terasa hingga kini.
Sinyal masih adanya kebocoran radiasi terlihat pada ikan-ikan yang ditangkap di perairan sekitar Fukushima. Ken Buesseler, ilmuwan senior dari Woods Hole Oceanographic Institution di Amerika Serikat, mengatakan, bahwa perubahan kecil dalam tingkat cesium radioaktif ditemukan pada ikan Fukushima.
Menurut Buesseler, ikan yang berasal dari perairan sekitar Fukushima belum bisa dikonsumsi. Tapi, ikan yang berasal dari wilayah Jepang lainnya, tetap aman untuk dimakan.
“Namun, tak bisa hanya mempelajari ikan di Fukushima untuk memprediksi bagaimana pola kontaminasi berubah. Butuh lebih banyak studi,” ujar Buesseler.
Pengelola reaktor Fukushima, Tokyo Electric Power Co, juga tak bisa memastikan apakah kebocoran masih berlangsung atau tidak. "Kami tidak bisa mengatakan hal seperti itu. Tapi, kami telah mengkonfirmasikan bahwa tingkat radiasi menurun di air laut, dasar laut dan tanah,” sebut pernyataan Tokyo Electric Power Co.
Pemerintah Jepang sendiri telah melarang aktifitas memancing di prefektur Fukushima. Memancing diperbolehkan hanya untuk keperluan tes.
Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (26/10/2012), kebocoran radiasi dari reaktor nuklir Fukushima mengkontaminasi air dan makanan di daerah itu. Meski pada Desember 2011 Pemerintah Jepang sudah menyatakan bisa mengatasi kebocoran, namun nyatanya dampak radiasi masih terasa hingga kini.
Sinyal masih adanya kebocoran radiasi terlihat pada ikan-ikan yang ditangkap di perairan sekitar Fukushima. Ken Buesseler, ilmuwan senior dari Woods Hole Oceanographic Institution di Amerika Serikat, mengatakan, bahwa perubahan kecil dalam tingkat cesium radioaktif ditemukan pada ikan Fukushima.
Menurut Buesseler, ikan yang berasal dari perairan sekitar Fukushima belum bisa dikonsumsi. Tapi, ikan yang berasal dari wilayah Jepang lainnya, tetap aman untuk dimakan.
“Namun, tak bisa hanya mempelajari ikan di Fukushima untuk memprediksi bagaimana pola kontaminasi berubah. Butuh lebih banyak studi,” ujar Buesseler.
Pengelola reaktor Fukushima, Tokyo Electric Power Co, juga tak bisa memastikan apakah kebocoran masih berlangsung atau tidak. "Kami tidak bisa mengatakan hal seperti itu. Tapi, kami telah mengkonfirmasikan bahwa tingkat radiasi menurun di air laut, dasar laut dan tanah,” sebut pernyataan Tokyo Electric Power Co.
Pemerintah Jepang sendiri telah melarang aktifitas memancing di prefektur Fukushima. Memancing diperbolehkan hanya untuk keperluan tes.
(esn)