Presiden Nigeria: banjir tak akan timbulkan kelaparan
Jum'at, 26 Oktober 2012 - 23:14 WIB
Presiden Nigeria: banjir tak akan timbulkan kelaparan
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Nigeria, Goodluck Jonathan, berusaha meredakan kekhawatiran akibat banjir terburuk dalam lima deakde terakhir yang melanda negeri itu. Sempat muncul kekhawatiran, banjir akan memicu krisis pangan karena kerusakan tanaman.
"Orang-orang tidak perlu takut bahwa akan ada kelaparan di negeri ini. Kami memiliki cadangan biji-bijian yang cukup. Beberapa orang egois sudah menimbun biji-bijian, tetapi mereka telah melakukan hal yang merugikan mereka sendiri," kata Jonathan seperti dikutip dari thestar, Jumat (26/10/2012).
Jonathan yang pada bulan ini telah mengunjungi beberapa wilayah yang paling parah terendam banjir, menyebut bencana ini sebagai bencana nasional.
Banjir yang terjadi sejak awal Juli hingga pertengahan Oktober akibat meluapnya beberapa sungai besar itu memang menimbulkan kehancuran yang dahsyat. Setidaknya 140 orang telah tewas, ratusan ribu lainnya mengungsi ke daerah aman, dan puluhan ribu hektar lahan pertanian telah terendam akibat banjir ini.
Nigeria yang kerap dilanda hujan tropis yang lebat dari Mei sampai September, memang sering menderita banjir bandang musiman. Namun, skala kehancuran tahun ini benar-benar mengejutkan. Banyak kota di Nigeria tak lagi nampak karena terendam air.
Banjir di daerah kaya minyak, Delta Niger, telah menghambat produksi minyak Nigeria menjadi hanya 500 ribu barel per hari. Jumlah ini hanya seperlima dari yang biasanya diproduksi. Selain minyak, industri kakao juga terkena dampak. Diprediksi, target 300 ribu ton kakao tak akan tercapai akibat curah hujan yang berlebihan.
"Orang-orang tidak perlu takut bahwa akan ada kelaparan di negeri ini. Kami memiliki cadangan biji-bijian yang cukup. Beberapa orang egois sudah menimbun biji-bijian, tetapi mereka telah melakukan hal yang merugikan mereka sendiri," kata Jonathan seperti dikutip dari thestar, Jumat (26/10/2012).
Jonathan yang pada bulan ini telah mengunjungi beberapa wilayah yang paling parah terendam banjir, menyebut bencana ini sebagai bencana nasional.
Banjir yang terjadi sejak awal Juli hingga pertengahan Oktober akibat meluapnya beberapa sungai besar itu memang menimbulkan kehancuran yang dahsyat. Setidaknya 140 orang telah tewas, ratusan ribu lainnya mengungsi ke daerah aman, dan puluhan ribu hektar lahan pertanian telah terendam akibat banjir ini.
Nigeria yang kerap dilanda hujan tropis yang lebat dari Mei sampai September, memang sering menderita banjir bandang musiman. Namun, skala kehancuran tahun ini benar-benar mengejutkan. Banyak kota di Nigeria tak lagi nampak karena terendam air.
Banjir di daerah kaya minyak, Delta Niger, telah menghambat produksi minyak Nigeria menjadi hanya 500 ribu barel per hari. Jumlah ini hanya seperlima dari yang biasanya diproduksi. Selain minyak, industri kakao juga terkena dampak. Diprediksi, target 300 ribu ton kakao tak akan tercapai akibat curah hujan yang berlebihan.
(esn)