Banyak muslim Myanmar yang tidak rayakan Idul Adha
Jum'at, 26 Oktober 2012 - 07:30 WIB
Banyak muslim Myanmar yang tidak rayakan Idul Adha
A
A
A
Sindonews.com - Banyak warga Myanmar memutuskan untuk menahan diri dalam merayakan Hari Raya Idul Adha pada Jumat (26/10/2012). Hal itu ditujukan sebagai bentuk solidaritas bagi warga etnis Rohingya di Negara Bagian Arakan.
"Saudara dan saudari kita dibantai dan kampung-kampung mereka di Arakan, dibakari. Inilah alasan kami untuk tidak merayakan Idul Adha," ujar Ketua Asosiasi Muslim Burma (BMA), Myo Latt, seperti dikutip Irrawaddy, Kamis (25/10/2012).
Seluruh anggota BMA umumnya berkumpul dan menggelar acara makan malam bersama di Yangon pada Idul Adha, namun tradisi itu tidak dilakukan untuk tahun ini. Meski demikian, warga Muslim Myanmar di luar Kota Rangoon masih ingin menggelar perayaan itu, bertepatan pada saat Idul Adha.
BMA pun melaporkan, Pemerintah Myanmar tidak akan menjamin keamanan di peringatan Hari Raya Idul Adha. Hal itu juga menjadi alasan pembatalan pesta perayaan tersebut.
Namun salah seorang warga Muslim Myanmar Hla Thein mengatakan pula, saat ini Pemerintah Myanmar sudah mengubah sikapnya dan memutuskan untuk menjaga keamanan di Hari Raya Idul Adha di Kota Rangoon. Pemerintah Myanmar sampai saat ini juga belum mengeluarkan pernyataan akan hal itu.
Belakangan ini, kekerasan di Arakan kembali terjadi, sekira 200 rumah dibakar pada Rabu kemarin. Tiga orang warga pun ikut tewas dalam kekerasan komunal tersebut. Seluruh rumah yang dibakar adalah perumahan warga Muslim.
"Saudara dan saudari kita dibantai dan kampung-kampung mereka di Arakan, dibakari. Inilah alasan kami untuk tidak merayakan Idul Adha," ujar Ketua Asosiasi Muslim Burma (BMA), Myo Latt, seperti dikutip Irrawaddy, Kamis (25/10/2012).
Seluruh anggota BMA umumnya berkumpul dan menggelar acara makan malam bersama di Yangon pada Idul Adha, namun tradisi itu tidak dilakukan untuk tahun ini. Meski demikian, warga Muslim Myanmar di luar Kota Rangoon masih ingin menggelar perayaan itu, bertepatan pada saat Idul Adha.
BMA pun melaporkan, Pemerintah Myanmar tidak akan menjamin keamanan di peringatan Hari Raya Idul Adha. Hal itu juga menjadi alasan pembatalan pesta perayaan tersebut.
Namun salah seorang warga Muslim Myanmar Hla Thein mengatakan pula, saat ini Pemerintah Myanmar sudah mengubah sikapnya dan memutuskan untuk menjaga keamanan di Hari Raya Idul Adha di Kota Rangoon. Pemerintah Myanmar sampai saat ini juga belum mengeluarkan pernyataan akan hal itu.
Belakangan ini, kekerasan di Arakan kembali terjadi, sekira 200 rumah dibakar pada Rabu kemarin. Tiga orang warga pun ikut tewas dalam kekerasan komunal tersebut. Seluruh rumah yang dibakar adalah perumahan warga Muslim.
(esn)