Robek foto Sihanouk, wanita China dideportasi
Rabu, 24 Oktober 2012 - 21:00 WIB
Robek foto Sihanouk, wanita China dideportasi
A
A
A
Sindonews.com β Pemerintah Kamboja telah mendeportasi Wang Zia Cha, seorang wanita China yang merobek-robek foto mantan Raja Kamboja yang baru saja meninggal, Norodom Sihanouk. Seperti dikutip dari news.co.au, Rabu (24/10/2012), Cha dinyatakan bersalah karena menghina monarki.
βCha meninggalkan Kamboja dengan menggunakan penerbangan pagi untuk kembali ke Provinsi Guangdong, China,β kata Juru Bicara Kepolisian Kamboja, Letnan Jenderal Kirt Chantharith. Pada hari Cha melakukan aksi perobekan foto Sihanouk, pengadilan langsung menjatuhkan vonis bersalah.
Cha dihukum penangguhan hukuman penjara satu tahun dan denda 2,5 juta Riel. Sesaat setelah ditangkap, Cha juga langsung dibawa polisi ke kuil terdekat untuk meminta maaf. Di kuil itu, Cha menyalakan dupa dan berlutut sebagai bentuk permintaan maaf.
Peristiwa bermula saat Cha mendapati karyawannya berhenti bekerja dan tengah memandangi 2 buah foto Sihanouk. Cha pun langsung marah. "Ketika ia melihat gambar itu, dia langsung merebutnya. Karena tak bisa merobek foto dengan tangannya, ia pun mengambil gunting dan memotong-motong foto itu,β papar salah satu karyawan pabrik, Sroy Phalla.
Sekitar 1000 karyawan pabrik itu langsung marah melihat tindakan Cha. Polisi pun lantas dipanggil untuk mencegah kerusuhan. Cha adalah Manajer salah satu perusahaan internasional yang berbasis di Phnom Penh dan diperkirakan mempekerjakan 400 ribu orang.
Kasus ini tampaknya menjadi yang pertama dalam beberapa dekade terakhir. Kamboja yang terkesan samar dalam penerapan hukum penghinaan terhadap monarki, kini memberlakukannya pada kasus Cha.
βCha meninggalkan Kamboja dengan menggunakan penerbangan pagi untuk kembali ke Provinsi Guangdong, China,β kata Juru Bicara Kepolisian Kamboja, Letnan Jenderal Kirt Chantharith. Pada hari Cha melakukan aksi perobekan foto Sihanouk, pengadilan langsung menjatuhkan vonis bersalah.
Cha dihukum penangguhan hukuman penjara satu tahun dan denda 2,5 juta Riel. Sesaat setelah ditangkap, Cha juga langsung dibawa polisi ke kuil terdekat untuk meminta maaf. Di kuil itu, Cha menyalakan dupa dan berlutut sebagai bentuk permintaan maaf.
Peristiwa bermula saat Cha mendapati karyawannya berhenti bekerja dan tengah memandangi 2 buah foto Sihanouk. Cha pun langsung marah. "Ketika ia melihat gambar itu, dia langsung merebutnya. Karena tak bisa merobek foto dengan tangannya, ia pun mengambil gunting dan memotong-motong foto itu,β papar salah satu karyawan pabrik, Sroy Phalla.
Sekitar 1000 karyawan pabrik itu langsung marah melihat tindakan Cha. Polisi pun lantas dipanggil untuk mencegah kerusuhan. Cha adalah Manajer salah satu perusahaan internasional yang berbasis di Phnom Penh dan diperkirakan mempekerjakan 400 ribu orang.
Kasus ini tampaknya menjadi yang pertama dalam beberapa dekade terakhir. Kamboja yang terkesan samar dalam penerapan hukum penghinaan terhadap monarki, kini memberlakukannya pada kasus Cha.
(esn)