Pasien depresi ditangkap usai bakar rumah sakit
Rabu, 24 Oktober 2012 - 16:25 WIB
Pasien depresi ditangkap usai bakar rumah sakit
A
A
A
Sindonews.com – Pihak berwenang Taiwan menahan seorang pria berusia 67 bermarga Lin, yang menjadi tersangka pelaku pembakaran rumah sakit di Kota Tainan, Taiwan. Kebakaran pada Selasa (23/10/2012) ini mengakibatkan 12 pasien tewas.
Jaksa Tseng Chao-kai mengatakan, polisi telah menahan seorang pasien rumah sakit yang bermarga Lin, namun nama si pelaku tak dipublikasikan. Orang ini mengaku bahwa ia berada dalam kondisi depresi karena mengidap penyakit serius.
"Dia mengaku telah menyalakan api pada tisu dan menyebarkan ke dalam ruangan pakaian yang terletak di lantai dua rumah sakit," ungkap Chao-kai, seperti diberitakan BBC.co.uk, Rabu (24/10/2012).
Berdasarkan gambar yang ditangkap dari kamera pengawas keamanan, seorang pria dalam kondisi telanjang melarikan diri dari ruangan tempat pasien lansia dirawat. Pria itu berjalan menuju tempat penyimpanan pakaian.
Chao-kai mengatakan, polisi menemukan tersangka bersembunyi di salah satu ruangan penyimpanan rumah sakit usai melancarkan aksinya.
Menurut seorang petugas rumah sakit, kebakaran tersebut menewaskan 12 orang lansia dan melukai 60 orang. Sebagian besar korban tewas karena menghirup asap. Besarnya jumlah korban yang mengalami luka bakar dan ganguan pernapasan memaksa pihak rumah sakit mengirim para pasien untuk menjalani perawatan di rumah sakit terdekat.
Saat kebakaran terjadi, sebagian besar pasien panti jompo tengah berbaring di tempat tidur. Berdasarkan data yang diperoleh petugas, sekitar 100 lansia tengah menjalani perawatan. Mereka tidak mampu bergerak sendiri, sebagian besar dari mereka menggunakan alat bantu pernapasan
Kebakaran yang terjadi pukul 4.16 waktu setempat, berhasil dipadamkan 45 menit kemudian. Tak kurang dari 30 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api. Kebakaran ini diyakini sebagai sebuah insiden kebakaran yang paling mematikan di Taiwan dalam beberapa bulan terakhir.
Jaksa Tseng Chao-kai mengatakan, polisi telah menahan seorang pasien rumah sakit yang bermarga Lin, namun nama si pelaku tak dipublikasikan. Orang ini mengaku bahwa ia berada dalam kondisi depresi karena mengidap penyakit serius.
"Dia mengaku telah menyalakan api pada tisu dan menyebarkan ke dalam ruangan pakaian yang terletak di lantai dua rumah sakit," ungkap Chao-kai, seperti diberitakan BBC.co.uk, Rabu (24/10/2012).
Berdasarkan gambar yang ditangkap dari kamera pengawas keamanan, seorang pria dalam kondisi telanjang melarikan diri dari ruangan tempat pasien lansia dirawat. Pria itu berjalan menuju tempat penyimpanan pakaian.
Chao-kai mengatakan, polisi menemukan tersangka bersembunyi di salah satu ruangan penyimpanan rumah sakit usai melancarkan aksinya.
Menurut seorang petugas rumah sakit, kebakaran tersebut menewaskan 12 orang lansia dan melukai 60 orang. Sebagian besar korban tewas karena menghirup asap. Besarnya jumlah korban yang mengalami luka bakar dan ganguan pernapasan memaksa pihak rumah sakit mengirim para pasien untuk menjalani perawatan di rumah sakit terdekat.
Saat kebakaran terjadi, sebagian besar pasien panti jompo tengah berbaring di tempat tidur. Berdasarkan data yang diperoleh petugas, sekitar 100 lansia tengah menjalani perawatan. Mereka tidak mampu bergerak sendiri, sebagian besar dari mereka menggunakan alat bantu pernapasan
Kebakaran yang terjadi pukul 4.16 waktu setempat, berhasil dipadamkan 45 menit kemudian. Tak kurang dari 30 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api. Kebakaran ini diyakini sebagai sebuah insiden kebakaran yang paling mematikan di Taiwan dalam beberapa bulan terakhir.
(esn)